3 Kasus Diduga Hepatitis Misterius, Dinkes DKI Duga Penularan dari Makanan

Antara - detikNews
Selasa, 10 Mei 2022 12:03 WIB
The word Hepatitis is written on wooden blocks next to tablets on a blue background. Medical concept
Ilustrasi (Foto: Getty Images/iStockphoto/ALENA DZIHILEVICH)
Jakarta -

Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta mencatat ada tiga kasus hepatitis akut misterius. Suku Dinkes Jakarta Pusat (Sudinkes Jakpus) menduga penularan hepatitis akut berasal dari makanan.

Kepala Suku Dinas Kesehatan Jakarta Pusat Erizon Safari meminta masyarakat menerapkan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) dan protokol kesehatan (prokes) untuk mencegah terjangkit hepatitis tersebut.

"Yang kita lakukan adalah menerapkan prokes, rajin mencuci tangan. Karena disinyalir penularan utamanya melalui makanan. Jadi kita harus rajin mencuci tangan dan lain-lain," kata Erizon seperti dilansir Antara, Selasa (10/5/2022).

Erizon membenarkan penyakit hepatitis akut yang tengah merebak saat ini merupakan penyakit baru. Dinkes DKI juga masih menyelidiki sumber virus hingga cara penularannya.

Dia mengatakan saat ini belum ada program khusus di puskesmas untuk penanganan hepatitis, seperti vaksinasi. Sebab, penyebab dan penularan penyakit ini masih diselidiki.

3 Kasus Hepatitis Misterius di DKI

Sejauh ini, tercatat ada tiga pasien anak meninggal dunia diduga terpapar penyakit hepatitis akut ini. Ketiga pasien anak itu sebelumnya dirawat di RS Cipto Mangunkusumo (RSCM).

"Di Jakpus, data yang kita dapatkan tiga kasus meninggal RSCM, itu yang kita dapat untuk saat ini," kata dia.

Ketiga pasien anak yang dirawat di RSCM dengan dugaan hepatitis akut itu meninggal dunia dalam kurun waktu yang berbeda dalam rentang dua pekan terakhir hingga 30 April 2022.

Juru bicara Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI Siti Nadia Tarmizi mengatakan ketiga pasien itu merupakan rujukan dari rumah sakit di Jakarta Timur dan Jakarta Barat.

Gejala yang ditemukan pada pasien-pasien ini, kata dia, adalah mual, muntah, diare berat, demam, kuning, kejang, dan penurunan kesadaran.

Saat ini, Kemenkes sedang melakukan investigasi penyebab kejadian hepatitis akut melalui pemeriksaan panel virus secara lengkap.

(jbr/idn)