Kemarau Datang, Warga DKI Diminta Hemat Air dan Cek Kompor Gas

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 10 Mei 2022 10:47 WIB
Hundreds of people in eastern China have been infected with bacteria which can cause dysentery after drinking contaminated water, reports say DIPTENDU DUTTA AFP/File
Ilustrasi air (Foto: AFP/DIPTENDU DUTTA/File)
Jakarta -

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mengimbau warga berhemat air untuk mengantisipasi musim kemarau yang diprediksi mulai berlangsung pada Juni 2022. Warga diminta mewaspadai kekeringan dampak kemarau.

"Kami mengimbau masyarakat untuk waspada dan mengajak masyarakat untuk mengantisipasi dengan mulai melakukan penghematan air, serta menjadikannya sebagai gaya hidup baru," kata Kepala Pelaksana BPBD DKI Jakarta Isnawa Adji seperti dilansir Antara, Selasa (10/5/2022).

BPBD juga meminta warga memeriksa tabung gas secara berkala demi mencegah kebakaran. Sebab, potensi kebakaran meningkat di saat musim kemarau.

"Ancaman bencana kebakaran pada gedung dan pemukiman juga perlu kita antisipasi bersama sebagai bentuk kewaspadaan terhadap dampak kekeringan di musim kemarau ini," ucap dia.


Isnawa menjelaskan kewaspadaan masyarakat perlu ditingkatkan. Berdasarkan prakiraan musim kemarau di Indonesia tahun 2022 yang dirilis BMKG, rata-rata wilayah DKI Jakarta sudah memasuki awal musim kemarau pada April 2022 dan untuk wilayah Jakarta Timur dan Jakarta Selatan akan memasuki awal musim kemarau pada Juni 2022.

Dampak musim kemarau adalah kekeringan yang mengakibatkan kelangkaan air bersih dan meningkatnya polusi udara.

Menurut data BPBD DKI, dalam rentang waktu lima tahun terakhir (2017-2021), musim kemarau memberikan dampak kekeringan kepada masyarakat. Bahkan kala itu, Pemprov DKI Jakarta membentuk Satgas Air Bersih pada September 2019 untuk memastikan pasokan air bersih tersedia bagi masyarakat.

Prakiraan awal musik kemarau 2022 di Jabar, Banten, dan DKI (dok BMKG via BPDB)Prakiraan awal musik kemarau 2022 di Jabar, Banten, dan DKI (dok BMKG via BPDB)



Untuk mengantisipasi kekeringan saat musim kemarau, Isnawa menyebut pihaknya berkoordinasi dengan para wali kota/bupati untuk menghitung kebutuhan air bersih, khususnya bagi masyarakat yang berada di daerah rawan kekeringan dan bagi wilayah yang belum terlayani jaringan air bersih.

"Kami di jajaran Pemprov DKI Jakarta saling berkoordinasi untuk mengantisipasi dampak kekeringan akibat musim kemarau, terutama dengan Dinas Sumber Daya Air (SDA) dan PD PAM Jaya yang menyiagakan Instalasi Pengolahan Air (IPA) mobile dan juga mobil-mobil tangki air agar siap memenuhi kebutuhan air bersih bagi warga Jakarta saat terjadi kekeringan," ujar Isnawa.

Simak selengkapnya di halaman berikutnya.

Saksikan Video 'Cuaca Panas Terik Tangerang-Banten Ekstrem, Ini Penjelasan BMKG':

[Gambas:Video 20detik]