MAKI Desak Pemenang Tender Gorden Rumdin DPR Dibatalkan

Matius Alfons - detikNews
Selasa, 10 Mei 2022 08:16 WIB
Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) mendatangi gedung KPK. Kedatangannya untuk beri bukti tambahan terkait pelanggaran kode etik Ketua KPK, Firli Bahuri.
Foto: Ari Saputra/detikcom
Jakarta -

Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) mendesak Sekjen DPR RI membatalkan pemenang tender gorden rumah dinas jabatan anggota DPR RI yang menang lelang dengan nilai Rp 43,5 miliar. MAKI memaparkan sejumlah alasan pemenang tender tersebut harus dibatalkan.

Hal ini disampaikan oleh koordinator MAKI Boyamin Saiman. Awalnya Boyamin menyayangkan lantaran tender dimenangi pihak yang memasang harga tertinggi.

"MAKI menyayangkan pengumuman pemenangan tender lelang gorden rumdin DPR beberapa hari lalu, dimana itu harga yang terbentuk adalah harga tertinggi dari 3 penawar, di mana harganya itu sekitar Rp 43,5 miliar sekian dari harga perkiraan sendiri Rp 45 miliar," ucap Boyamin saat dihubungi, Senin (9/5/2022).

Boyamin menegaskan alasan pertama adalah tidak wajar ketika lelang dimenangi peserta tender yang memasang harga tertinggi. Selain itu, MAKI menilai tidak ada kompetisi terkait proses lelang tender gorden tersebut.

"Pertama, itu tidak wajar dan tidak lazim harga tertinggi yang dimenangkan, mestinya yang dimenangkan yang terendah yang memenuhi syarat. Kedua penawaran tersebut oleh PT pemenang tersebut jauh di atas wajar, karena di atas 92 persen, harusnya kalau tender itu kompetitif harusnya di angka 85 persen sampai maksimal 90 persen. Itu pun kisaran kalau Kementerian PUPR pengadaan barang dan jasa itu adalah 80 persen bahkan," ucapnya.

Kemudian, Boyamin membeberkan alasan lainnya, yakni tender gorden dengan harga puluhan miliar itu dilakukan di tengah kondisi masyarakat yang tengah terkena imbas pandemi COVID-19. Alasan lainnya, penggantian gorden DPR ini belum urgen berdasarkan pengakuan sejumlah anggota DPR RI.

"Untuk itu, saya akan minta kepada BURT DPR sebagai atasan atau pihak yang awasi tender kesekjenan ini untuk membatalkan," tuturnya.

Simak video 'Imbas Gorden Rp 43,5 M, Sekjen DPR Dipanggil Ketua BURT':

[Gambas:Video 20detik]



Simak penjelasan Sekjen DPR di halaman berikutnya.