JIS hingga BIS Disorot Soal Nama Sebab Tak Pakai Bahasa Indonesia

Tim detikcom - detikNews
Selasa, 10 Mei 2022 06:47 WIB
PT Jakarta Propertindo (JakPro) mengungkap progres pembangunan Jakarta International Stadium (JIS). Pembangunan stadion tersebut telah mencapai 98%.
Foto: Rifkianto Nugroho
Jakarta -

Jakarta International Stadium (JIS) dan Banten International Stadium (BIS) disorot. Dua bangunan itu disorot lantaran tak menggunakan bahasa Indonesia dalam penamaan stadion.

Eks anggota Ombudsman Alvin Lie menyinggung Undang-Undang yang mewajibkan penamaan bangunan atau gedung memakai bahasa Indonesia. Undang-undang yang dimaksud Alvin adalah UU Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan. Adapun kewajiban penggunaan bahasa Indonesia termaktub dalam Perpres 63 Tahun 2019.

Kewajiban penggunaan Bahasa Indonesia untuk bangunan atau gedung termaktub dalam UU 24/2009 pasal 36 ayat 3. Ini bunyinya.

Bahasa Indonesia wajib digunakan untuk nama bangunan atau gedung, jalan, apartemen atau permukiman, perkantoran, kompleks perdagangan, merek dagang, lembaga usaha, lembaga pendidikan, organisasi yang didirikan atau dimiliki oleh warga negara Indonesia atau badan hukum Indonesia.

Sementara itu, dalam Perpres yang diteken Jokowi, kewajiban penggunaan bahasa Indonesia dalam fasilitas publik tercantum dalam pasal 33. Stadion olahraga masuk bangunan atau gedung yang diwajibkan menggunakan bahasa Indonesia.

"Undang-undang itu kan harus menjadi rujukan kita, terutama yang menyangkut pelayanan publik ruang publik, administrasi pemerintahan apalagi stadion, bandara, dan tempat lainnya. Itu kan dibangun menggunakan APBN, APBD yang merupakan aset negara maupun aset daerah," ucap Alvin, kepada wartawan, Senin (9/5/2022).

Alvin kemudian mencontohkan soal penggunaan bahasa Indonesia dalam penamaan Bandara Yogyakarta. Alvin menyebut, sebelum diresmikan, Bandara Yogyakarta menggunakan nama New Yogyakarta International Airport (NYIA) dalam komunikasi publik, namun dalam peresmiannya akhirnya menggunakan bahasa Indonesia.

"Sehingga penting untuk mematuhi peraturan perundang-undangan. Saya juga ingat beberapa tahun yang lalu ketika Bandara Internasional Yogyakarta itu belum diresmikan publisitas komunikasi publik oleh pejabat pemerintah selalu menggunakan NYIA, New Yogyakarta International Airport, saat itu saya mengingatkan Menteri Perhubungan terutama agar mematuhi peraturan perundang-undangan sehingga nama resminya adalah Bandar Udara Internasional Yogyakarta walaupun secara informalnya dalam kurung dapat dicantumkan NYIA," kata dia.

Selain JIS, Alvin menyoroti penggunaan nama stadion di Banten yang tidak menggunakan bahasa Indonesia. Seperti diketahui, Pemprov Banten rencananya akan meresmikan Banten International Stadium hari ini.

"Terkait penamaan Stadion di Banten & Jakarta, sebaiknya para pejabat yang berwenang merujuk pada UU 24 tahun 2009, khususnya pasal 36 ayat (3)" cuit Alvin.

Lihat video 'Intip Megahnya Jakarta International Stadium':

[Gambas:Video 20detik]



Apa alasan Anies beri nama Jakarta International Stadium? Simak halaman selanjutnya...