Wahidin Tetap Gunakan Nama BIS Meski Disorot, Anggap Bahasa Inggris Modern

ADVERTISEMENT

Wahidin Tetap Gunakan Nama BIS Meski Disorot, Anggap Bahasa Inggris Modern

Bahtiar Rifa'i - detikNews
Senin, 09 Mei 2022 23:48 WIB
Banten International Stadium (BIS) rencananya akan diresmikan Senin (9/5/) besok. Sejumlah acara dan kegiatan bakal disajikan saat peresmian Banten International Stadium.
Foto: Banten International Stadium (Bahtiar/detikcom)
Serang -

Gubernur Banten Wahidin Halim tetap menggunakan nama Banten International Stadium (BIS) meski disorot karena bukan Bahasa Indonesia. Wahidin menyebut, Bahasa Inggris sudah digunakan oleh setiap orang dan bahasa modern.

"Masalahnya apa, sekarang itu sudah bahasa anak-anak, bahasa medsos, bahasa modern," kata Wahidin kepada wartawan usai peresmian BIS di Curug, Kota Serang, Senin (9/5/2022).

Penggunaan kata Banten International Stadium untuk menunjukan bahwa Pemprov Banten telah membangun stadion bertaraf internasional. Termasuk kepada seluruh dunia soal keberadaanya itu.

"Kita menamakan itu untuk mengatakan kepada masyarakat dan juga dunia bahwa kita punya stadion," ujarnya.

Ia juga menyebut bahwa bahasa Inggris sudah jadi bagian bahasa sehari-hari warga Indonesia. Bahasa ini dipakai oleh anak cucunya dan tidak berarti meninggalkan kebudayaan Indonesia.

"Anak cucu saya pakai Bahasa inggris, dan bukan berarti menghilangkan budaya, biar aja lah yang begitu mah," ujarnya.

Sebelumnya, Alvin Lie menyoroti nama Jakarta International Stadium (JIS) dan Banten International Stadium (BIS) karena tidak menggunakan bahasa Indonesia pada penamaan gedung. Rujukan wajib penggunaan bahasa Indonesia sesuai UU Nomor 24 Tahun 2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan. Adapun kewajiban penggunaan bahasa Indonesia termaktub dalam Perpres 63 tahun 2019.


Begini bunyi UU 24/2019 Pasal 36 ayat 3:

Bahasa Indonesia wajib digunakan untuk nama bangunan atau gedung, jalan, apartemen atau permukiman, perkantoran, kompleks perdagangan, merek dagang, lembaga usaha, lembaga pendidikan, organisasi yang didirikan atau dimiliki oleh warga negara Indonesia atau badan hukum Indonesia.

Sementara itu, dalam Perpres yang diteken Jokowi, kewajiban penggunaan bahasa Indonesia dalam fasilitas publik tercantum dalam pasal 33. Stadion olahraga masuk bangunan atau gedung yang diwajibkan menggunakan bahasa Indonesia.

(bri/aik)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT