"Ya sangat sukses kalau saya bilang," kata Luhut dalam siaran pers virtual yang ditayangkan akun YouTube Sekretariat Presiden, Senin (9/5/2022).
Namun Luhut meminta masyarakat tidak jemawa. Dia lantas mengambil contoh kasus di Amerika Serikat yang secara tiba-tiba naik 100 ribu kasus.
"Tapi kita nggak bisa jemawa dengan ini, seperti Amerika kasusnya bisa tiba-tiba 100 ribu kasus per hari, kemarin saya baru dari Amerika ya rame-rame kita kena Omicron di sana," ujarnya.
Lebih lanjut, Luhut mengatakan pemerintah tetap akan memberlakukan PPKM Jawa-Bali sesuai arahan Presiden Jokowi. Luhut menganjurkan WFH dioptimalkan dua minggu ke depan.
"Jawa Bali kehati-hatian tetap kita perhatikan seperti tadi arahan presiden, kedua kita juga menganjurkan WFH 1-2 minggu ke depan ini, pengaturannya kita serahkan ke kantor. Ini dalam konteks kehati-hatian karena kita selama 2 minggu lebih begitu padat," ujarnya.
"Walaupun sampai hari ini kita belum melihat ada angka kenaikan tapi tetap kita hati-hati, jadi kalau nanti 2 minggu dari sekarang kita evaluasi membaik nanti kita tentukan langkah selanjutnya," lanjut Luhut. (eva/tor)











































