ADVERTISEMENT

PSI Jakarta Kritik DPP Tendensius ke Anies, Sekjen PSI Respons Begini

Rolando Fransiscus Sihombing - detikNews
Senin, 02 Mei 2022 14:38 WIB
Pengacara Dea Tunggesti
Sekjen PSI Dea Tunggaesti (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Sekjen PSI Dea Tunggaesti membantah partainya pecah gegara PSI DKI Jakarta mengkritik DPP PSI, yang dinilai tendensius ke pribadi Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Dea mengatakan kalangan internal PSI aman-aman saja.

"Aman terkendali semuanya," kata Dea Tunggaesti kepada wartawan, Senin (2/5/2022). Dea menjawab pertanyaan apakah PSI pecah dengan adanya kritik dari PSI DKI Jakarta.

Nama jubir PSI Sigit Widodo disebut-sebut Ketua Fraksi PSI DPRD DKI Jakarta Anggara Wicitra Sastroamidjojo dalam kritik PSI DKI Jakarta. Anggara meminta lebih tidak reaktif melihat sebuah permasalahan dan mencari dulu data serta fakta sebelum memberikan komentar.

Dihubungi terpisah, Sigit Widodo mengaku tidak mengikuti isu yang berkembang terkait kritik PSI DKI Jakarta. Sigit menyebut Ketua DPP PSI Isyana Bagoes Oka-lah yang bisa memberikan penjelasan terkait kader PSI.

"Mohon maaf, saya sedang mudik dan penuh kegiatan Lebaran, jadi nggak terlalu mengikuti," ujar Sgit.

"Mungkin lebih tepat Sis Isyana yang menjawab. Dia Ketua DPP sekaligus bertanggung jawab pada kaderisasi," imbuhnya.

PSI DKI Sentil DPP PSI karena Tendensius ke Anies

Anggara Wicitra Sastroamidjojo sebelumnya mengaku banyak menerima pertanyaan mengenai strategi komunikasi yang diambil oleh DPP PSI. Menurut Anggara, serangan terhadap Anies Baswedan dianggap ada muatan pribadi.

"Karena di luar itu, tadi saya sudah menceritakan background bahwa masyarakat juga banyak yang bertanya-tanya kenapa PSI langkah seperti ini. Kita hanya fokus pada Pak Anies, kita terlalu tendensi secara pribadi. Jadi menurut saya itu sinyalemen yang harus dijawab dan diklarifikasi oleh teman-teman DPP ya menurut saya," kata Anggara dalam keterangan tertulisnya, Senin (2/5).

Simak selengkapnya, di halaman selanjutnya:

Simak Video: Soal Interpelasi Formula E, PSI: Fokus ke Dana Rp 560 M, Bukan Balapan

[Gambas:Video 20detik]





ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT