Wakapolri Ungkap Strategi Cegah Kemacetan Saat Arus Balik

Wildan Noviansah - detikNews
Minggu, 01 Mei 2022 23:40 WIB
Wakapolri Komjen Gatot Eddy Pramono tinjau kesiapan pengamanan mudik di Tol Japek
Foto: Wakapolri Komjen Gatot Eddy Pramono tinjau kesiapan pengamanan mudik di Tol Japek (Yogi/detikcom)
Jakarta -

Wakapolri Komjen Gatot Eddy Pramono mengungkap strategi polisi untuk mencegah kemacetan lalu lintas saat arus balik pada 6, 7, dan 8 Mei mendatang. Dia menyebut skema rekayasa lalu lintas yang diterapkan hampir sama seperti saat arus mudik, tapi ada beberapa perbaikan.

"Kemudian tadi yang arus balik dan rest area. Arus balik juga sudah disiapkan oleh Pak Kapolda Pak kakorlantas, nanti akan menerapkan hampir sama mulai tanggal 6, 7, 8 itu ada one way, ada contraflow dan ada ganjil genap. Tapi itu nanti akan disosialisasikan disampaikan dengan Pak Kapolda dan Kakorlantas," kata Komjen Gatot Eddy di Km 57 Tol Jakarta Cikampek, Minggu (1/5/2022).

Gatot mengatakan sosialisasi intensif tersebut dilakukan agar nantinya masyarakat tahu betul terkait jadwal pelaksanaan rekayasa lalu lintas.

"Sehingga masyarakat juga akan tahu jam berapa itu nanti akan dilaksanakannya, sehingga masyarakat bisa melihat mungkin melalui televisi, melalui media-media mainstream, media sosial atau melihat informasi informasi yang akan kita sampaikan, akan secara masif," ucapnya.

Selain itu, Gatot menyebut untuk mencegah terjadinya penumpukan pemudik di rest area, anggota polisi bakal berjaga di setiap rest area. Nantinya, kata dia, polisi akan memberitahukan pada pemudik terkait ketersediaan rest area.

"Kita sudah menempatkan anggota kita yang pertama di lokasi itu, memberi tahu bahwa rest area ini sudah penuh. Sehingga jika ada rest area itu yang sudah penuh, diinformasikan di depan di rest area yang lain. Karena nggak, ini masuk, ini kemudian keluar atau ada yang berhenti di pinggir jalan, ini menambah kemacetan" ujarnya.

Lebih lanjut, Gatot juga mengimbau masyarakat untuk mempersiapkan diri secara maksimal saat arus balik nanti. Hal itu perlu dilakukan untuk meminimalisir jumlah pemudik yang singgah di rest area.

"Kedua tentunya kita juga menghimbau masyarakat bisa memprediksi. Yang membuat penuh itu mereka ingin buang air kecil atau buang air besar atau anak-anaknya minta makan dan lain sebagainya. Tolong disiapkan kalau memang nanti makan mungkin di mobil ada makan, sehingga tidak perlu berhenti di rest area. Untuk kencing juga AC itu mungkin itu tidak terlalu dingin, karena kalau dingin itu bisa ingin buang air kecil," pungkasnya.

(fas/fas)