Bohong soal Begal, Petugas PPSU Ternyata Pakai THR untuk Judi Online

Anggi Muliawati - detikNews
Kamis, 28 Apr 2022 21:40 WIB
Kapolsek Sawah Besar Kompol Maulana Mukarom
Kapolsek Sawah Besar Kompol Maulana Mukarom (Anggi Muliawati/detikcom)
Jakarta -

Polisi menyebut petugas PPSU bernama Ray Prama Abdullah (28) ternyata berbohong soal menjadi korban begal. Ternyata uang THR yang disebutnya diambil begal telah digunakan untuk judi online.

"Bukan hilang karena dicuri atau begal, melainkan uang THR itu untuk bermain judi online," kata Kapolsek Sawah Besar Kompol Maulana Mukarom saat dimintai konfirmasi, Kamis (28/4/2022).

Ray awalnya mengaku telah menjadi korban pembegalan di depan RS Husada, Sawah Besar, Jakarta Pusat. Dia mengaku kehilangan uang sebesar Rp 4,4 juta.

"Pada hari Rabu (27/4) sekitar pukul 05.12 WIB, Ray melakukan pencairan uang di mesin ATM Bank DKI di Kantor Kecamatan Sawah Besar hanya sebesar Rp 200 ribu. Tidak sesuai keterangan korban, yang menerangkan bahwa melakukan penarikan sebesar Rp 4,4 juta," katanya.

Menurutnya, korban tidak dibegal. Dia menyebut korban telah membuat laporan palsu.

"Setelah kami lakukan pemeriksaan mendalam, olah TKP, dan bukti-bukti yang ada, yang bersangkutan ternyata bohong bahwa korban dibegal itu tidak ada," katanya.

Sebelumnya, petugas PPSU mengaku menjadi korban begal di depan RS Husada, Sawah Besar, Jakarta Pusat. Korban dibegal setelah mengambil uang THR.

Peristiwa itu disebut terjadi pada Rabu (27/4), sekitar pukul 05.00 WIB. Kejadian berawal ketika korban baru saja mengambil uang THR di ATM.

"Dari keterangan yang bersangkutan sih informasinya dibegal, jadi subuh-subuh kan baru cair THR. Yang bersangkutan ini ambil ke ATM," kata Lurah Mangga Dua Selatan, Agata Bayu Putra, saat dihubungi Rabu (27/4).

Menurutnya, korban tidak sadar telah diikuti oleh pelaku. Ketika korban sampai di zona penyapuan, korban disebut langsung disergap oleh 10 orang.

Akibat kejadian tersebut, Ray mengaku mengalami kerugian Rp 4,4 juta. Selain itu, dia mengalami luka-luka di pinggang, leher, dan pipi.

(haf/haf)