Kemlu Ungkap 3 Modus Pelaku Bawa Pekerja Migran Ilegal, Terbaru di Turki

Zunita Putri - detikNews
Kamis, 28 Apr 2022 15:49 WIB
Kemenlu RI memastikan 14 anak buah kapal (ABK) Indonesia di kapal Long Xing milik China yang bersandar di Korea Selatan akan dipulangkan pada 8 Mei 2020. Kepulangan para awak kapal tersebut dilakukan setelah sebelumnya melewati proses karantina wajib.
Direktur PWNI Judha Nugraha (foto: dok. 20detik)
Jakarta -

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI mengatakan kasus penempatan pekerja migran Indonesia (PMI) secara nonprosedural marak dilakukan sejumlah agen akhir-akhir ini. Terbaru, kasus PMI nonprosedural ada di Turki.

"Berdasarkan catatan dari KBRI Ankara dan KJRI Istanbul, selama 2022 terdapat 85 kasus yang ditangani kedua perwakilan tersebut, di mana dari 85 tersebut 69 telah berhasil dipulangkan, dan 16 masih berjalan kasusnya di Turki menunggu kepulangan tahap selanjutnya," ujar Direktur Pelindungan Warga Negara Indonesia Judha Nugraha saat konferensi pers virtual, Kamis (28/4/2022).

Judha mengungkapkan para PMI itu ditipu oleh agen yang berada di Indonesia. Ada tiga hal yang membuat para PMI tergiur dengan bujuk rayu agen tersebut hingga mereka ditelantarkan di Turki.

"Berbagai macam modus yang digunakan ada tiga. Pertama, PMI kita bekerja sebagai PRT di majikan warga negara Timur Tengah, dan kemudian mereka mengalami eksploitasi kerja atau gaji tidak dibayar dll. Modus kedua, PMI dijanjikan di negara EU dan menggunakan Turki sebagai negara transit, namun kemudian mereka akhirnya telantar di Turki," ungkap Judha.

Menurut Judha, di Turki para PMI telantar itu bekerja serabutan. Mayoritas mereka yang telantar itu karena tidak mengurus izin tinggal visa masuk ke EU di Indonesia.

Modus ketiga adalah penawaran gaji yang tinggi. Judha menyebut mereka juga tidak tahu kalau ternyata agen tersebut menelantarkan mereka di Turki.

"Ketiga PMI dijanjikan bekerja di sektor pariwisata dengan gaji tinggi, namun kemudian ternyata bekerja di luar sektor, mayoritas kerja di pabrik dan digaji di bawah UMR," tuturnya.

Saat ini Kemlu sedang berkoordinasi dengan polisi dan instansi terkait di Turki untuk menindaklanjuti kasus ini. Selain itu, Kemlu juga berkoordinasi dengan Bareskrim Polri dan Polda Bali untuk menindak hukum orang yang memberangkatkan PMI secara nonprosedural di Indonesia.

(zap/dhn)