WNI Disandera Houthi di Yaman 111 Hari Akhirnya Pulang ke RI!

Zunita Putri - detikNews
Kamis, 28 Apr 2022 15:28 WIB
Pelaku kejahatan jalanan diborgol polisi / pelaku street crime. Agung Pambudhy/Detikcom.
Foto ilustrasi orang tersandera. (Agung Pambudhy/detikcom)
Jakarta -

Seorang WNI yang menjadi sandera kelompok Houthi di Yaman sudah pulang ke Indonesia. Dia menjadi sandera Houthi selama 111 hari.

"Satu WNI yang selama ini ditahan selama 111 hari oleh kelompok Houthi di Yaman telah berhasil dibebaskan," ujar Direktur Pelindungan Warga Negara Indonesia Judha Nugraha saat konferensi pers virtual, Kamis (28/4/2022).

WNI tersebut kini juga sudah kembali ke Tanah Air. Kini, dia telah berkumpul dengan keluarga.

"Sudah kembali ke Indonesia dan Kemlu telah memfasilitasi pemulangan yang bersangkutan ke Makassar," kata Judha.

"Sudah kita kembalikan ke pihak keluarga dan ke Pemprov Sulsel," imbuhnya.

Seperti diketahui, warga Indonesia asal Makassar, Sulawesi Selatan (Suldel), Surya Hidayat Pratama, menjadi korban penyanderaan milisi Houthi di Yaman. Surya adalah satu dari anak buah kapal (ABK) berbendera Uni Emirat Arab (UEA) yang disandera milisi Houthi.

Kasus penyanderaan ini berawal ketika sebuah kapal berbendera UEA disandera milisi Houthi sejak 3 Januari 2022. Pemberontak Houthi menuduh kapal itu membawa muatan senjata, tapi koalisi pimpinan Saudi bersikeras menyatakan kapal itu membawa pasokan medis.

Dilansir AFP, Houthi yang didukung Iran merilis sejumlah foto yang mereka sebut sebagai jip militer dan persenjataan yang dibawa oleh kapal bernama Rwabee yang disita di perairan Laut Merah, atau tepatnya di lepas pantai Yaman.

Koalisi pimpinan Saudi menyebut tindakan pemberontak Houthi itu sebagai aksi pembajakan. Pemerintah Saudi mengancam akan merebut kembali kapal berbendera UEA itu secara paksa.

(zap/dhn)