ADVERTISEMENT

Presidensi G20 Akan Dorong Transisi Penggunaan Energi Terbarukan

Ahlu Dzikri Al Hamid - detikNews
Selasa, 26 Apr 2022 16:02 WIB
seminar G20 Fair di Gedung Weeskamer Semarang
Foto: Kemenlu
Jakarta -

Presidensi G20 Indonesia merupakan momentum istimewa yang perlu dukungan dari seluruh masyarakat indonesia. Salah satunya adalah keterlibatan multi-stakeholder pada sektor prioritas transisi energi, termasuk swasta, non profit, hingga pendidikan tinggi.

Hal ini ditekankan dalam pembukaan seminar G20 oleh Direktur Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik (IDP) Kemlu, Dubes Teuku Faizasyah yang bertajuk 'Langkah Maju Energi Terbarukan Indonesia' di Gedung Weeskamer Semarang, akhir pekan lalu (22/4).

Dalam paparannya, Muhsin menjelaskan Indonesia sebagai tuan rumah harus memanfaatkan G20 agar memberikan efek nyata manfaat ekonomi bagi masyarakat Indonesia dan dunia. manfaat energi yang memiliki nilai besar tidak hanya dalam hal ekonomi dan investasi, tetapi bagi pembangunan berkelanjutan dan lingkungan hidup.

Sementara itu, Staf Ahli Menteri ESDM Bidang Perencanaan Strategis Yudo Dwinanda menjelaskan dibutuhkan sinergi kolaborasi multidisiplin dan multi-stakeholders untuk mempercepat pengesahan RUU Energi Baru dan Terbarukan (EBT).

"Pengguna migas terbesar adalah G20, sehingga setiap negara-negara anggota G20 memiliki tanggung jawab bersama untuk melakukan transisi energi menuju energi yang terbarukan," katanya dalam keterangan tertulis, Selasa (26/4/2022).

Tidak berhenti di pemerintah saja, Founder of Society of Renewable Energy, Zagy Berian juga menyampaikan pentingnya keterlibatan kalangan pemuda dan perempuan ikut andil dalam mengembangkan energi terbarukan agar mencapai net zero emissions.

Sementara itu, Nanik Trihastuti dari UNDIP menekankan upaya transisi energi dapat bersinergi di semua aspek perlu keterlibatan berbagai pihak agar inisiatif dalam sektor energi sesuai dengan regulasi yang ada termasuk legislasi.

Sesi diskusi interaktif disambut antusiasme para mahasiswa, dengan pertanyaan terkait upaya Presidensi Indonesia dalam mencapai prioritas transisi energi G20 di tengah guncangan politik dunia. Selain sekitar 30 mahasiswa yang hadir fisik di Gedung Weeskamer, khalayak umum juga dapat mengikuti siaran acara ini melalui melalui kanal TVRI dan RRI Semarang.

Dalam sesi penutup, Direktur PELH Kemlu, Hari Prabowo menyampaikan bahwa pemerintah terus melakukan upaya untuk membumikan Presidensi G20 Indonesia dan langkah diplomasi RI. Presidensi tahun ini akan menekankan kerja sama berbagai pihak serta 'Leaving no one behind'.

G20 Fair di Semarang merupakan seri ke-2, setelah sebelumnya berlangsung di Mataram NTB pada bulan Maret 2022. G20 Fair direncanakan akan berlanjut di beberapa kota di Indonesia, sebagai bagian dari upaya diseminasi informasi tentang Presidensi G20 dan manfaatnya bagi masyarakat Tanah Air.

(ncm/ega)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT