ADVERTISEMENT

Legislator PDIP Minta Kemunculan PDSI Jadi Bahan Introspeksi IDI

Dwi Andayani - detikNews
Kamis, 28 Apr 2022 09:11 WIB
Deklarasi PDSI
Deklarasi PDSI (Mochammad Fajar Nur/detikHealth)
Jakarta -

Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PDIP Rahmad Handoyo menyoroti pembentukan organisasi Perkumpulan Dokter Seluruh Indonesia (PDSI). Rahmad Handoyo menilai tidak ada larangan membuat organisasi kedokteran.

"Saya lihat dan membolak-balik aturan, tidak ada larangan untuk membuat organisasi kedokteran atau organisasi perkumpulan atau apa pun namanya, saya tidak pernah lihat dan belum pernah membaca adanya larangan membentuk organisasi baru," ujar Rahmad Handoyo saat dihubungi, Rabu (27/4/2022).

Ia mengatakan munculnya PDSI seharusnya dijadikan momen untuk bersatu menyempurnakan dunia kedokteran. Terlebih Rahmad Handoyo menilai saat ini dunia kedokteran Indonesia masih perlu perbaikan.

"Justru adanya lahir organisasi baru ini kita gunakan sebagai momentum untuk bersatu padu, berkolaborasi, bergotong royong, dan bergandengan tangan untuk memperbaiki dan menyempurnakan dunia kedokteran Indonesia," kata Rahmad.

"Di saat dunia kedokteran Indonesia masih perlu pembenahan, adanya ketidakadilan dari hulu sampai hilir, dunia kedokteran Indonesia justru ini membutuhkan pemikiran baik dokter-dokter stakeholder pemerintah maupun organisasi IDI, termasuk organisasi baru PDSI," tuturnya.

Rahmad Handoyo (Dok. Rahmad Handoyo).Rahmad Handoyo (Foto: dok pribadi)

Rahmad Handoyo juga menyoroti tanggapan IDI yang menyebut dibentuknya PDSI karena sakit hati. Menurut Rahmad Handoyo IDI seharusnya introspeksi diri, apakah IDI sudah mewadahi anggotanya dengan baik.

"Menyangkut komentar IDI, menyangkut sakit hati, kemudian membentuk organisasi baru, ya kita gunakan untuk introspeksi secara dunia kedokteran Indonesia, ya IDI, ya anggotanya, ya pemerintah, stakeholder lain, sudahkan IDI mewadahi anggotanya dengan demokrasi, dengan penuh kekeluargaan," ujarnya.

Ia juga meminta agar kehadiran PDSI ditanggapi secara positif. Menurutnya, kerja sama berbagai pihak diperlukan untuk memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat.

"Kita berpikir positif saja, IDI, PDSI, atau organisasi apa pun namanya, silakan berlomba-lomba untuk memajukan kedokteran Indonesia yang masih punya PR besar ini. Kita gunakan untuk bersatu untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat, kalau IDI bersatu, kalau PDSI bersatu, siapa yang untung, ya rakyat yang untung," ujarnya.

Simak halaman selanjutnya

Lihat juga Video: Pertemuan Jenderal Andika dan Ketum IDI Bahas soal Nasib dr Terawan di RSPAD

[Gambas:Video 20detik]





ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT