Fakta Baru Eks Sales Honda yang Bawa Kabur Duit Konsumen Puluhan Juta

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 28 Apr 2022 06:01 WIB
M Ruhan, sales dealer resmi Honda MT Haryono di Jakarta Selatan yang menipu konsumen.
M Ruhan, eks sales dealer Honda, tersangka kasus penipuan konsumen. (Dok.Istimewa)
Jakarta -

Polisi masih menyelidiki kasus penipuan dan penggelapan eks sales dealer resmi Honda MT Haryono, Jakarta Selatan. Sejumlah fakta baru terungkap terkait aksi tipu-tipu M Ruhan ini.

Terbaru, polisi mengungkap modus operandi tersangka M Ruhan. M Ruhan diketahui menjalankan penipuan dengan kedok bengkel cat mobil.


Modus Penipuan Kedok Bengkel Cat Mobil

Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan AKBP Ridwan Soplanit mengatakan Ruhan diduga berkelompok. Dia diduga menggunakan bengkelnya di Jakarta Utara untuk menipu konsumen.

"Bengkel tersebut lagi didalami karena dipakai pelaku dengan kelompoknya untuk menipu orang atau konsumennya," kata Ridwan saat dihubungi, Rabu (27/4/2022).

Modus yang dilakukan Ruhan adalah menawarkan pengecatan mobil. Alih-alih dicat, mobil yang ditinggal konsumen di bengkelnya malah dibawa kabur.

"Modusnya menawarkan pengecatan mobil lalu mobil ditinggal oleh pemilik untuk dicat. Kemudian Ruhan dkk kabur membawa mobil dan buka bengkel di tempat lain," jelasnya.


Tersangka Dipecat sebagai Sales Dealer Honda

Sementara itu, Public Relation & Digital Manager Honda Prospect Motor (HPM), Julian Karfili, menyampaikan M Ruhan telah dipecat sebagai wiraniaga di dealer Honda sejak ditetapkan sebagai tersangka.

"Iya (dipecat). Semenjak kasus ini diproses secara hukum, yang bersangkutan sudah tidak berstatus sebagai karyawan dealer," ujar Julian dalam keterangannya, Rabu (27/4).

Julian menegaskan saat ini M Ruhan bukan lagi karyawan di dealer Honda MT Haryono, Jakarta Selatan.

"Saat ini status tersangka adalah bukan wiraniaga di dealer Honda," imbuh Julian.


Baca di halaman selanjutnya, kesepakatan Honda dan konsumen terkait kerugian akibat penipuan M Ruhan.

Lihat juga Video: Yosi Project Pop Juga Terseret Kasus DNA Pro

[Gambas:Video 20detik]