ADVERTISEMENT

Mendes Imbau Pemuda Desa Tak Tergiur Kerja ke Jakarta Pasca-Lebaran

Erika Dyah - detikNews
Rabu, 27 Apr 2022 20:52 WIB
Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar
Foto: Dok. Kemendes PDTT
Jakarta -

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi Abdul Halim Iskandar melihat potensi peningkatan ekonomi berbasis lokal desa berdampak cukup prospektif bagi perluasan lapangan kerja serta kesejahteraan masyarakat desa. Menurutnya, hal ini perlu disosialisasikan secara masif guna meminimalisasi kecenderungan urbanisasi penduduk desa ke kota pasca musim lebaran.

"Tentu kita berpesan bahwa desa saat ini sudah luar biasa. Kehidupan di desa jauh lebih nyaman, lebih aman, lebih sejahtera dibandingkan kota. Oleh karena itu, jangan mudah tergiur dengan iming-iming atau pamer-pamer yang belum tentu bisa terwujud," jelas Halim dalam keterangan tertulis, Rabu (27/4/2022).

Ia mengimbau seluruh masyarakat di desa untuk terlibat aktif dalam membangun desa. Ia juga berpesan agar masyarakat desa, khususnya pemuda, tidak tergiur kehidupan di kota yang serba tidak pasti indahnya tersebut.

"Kehidupan di kota salah satunya Jakarta tampak dinilai menarik bagi sebagian masyarakat di desa dengan akses mudah dan serba lengkap. Hal itulah yang menjadi beberapa alasan terjadinya peningkatan urbanisasi setiap tahun khususnya setelah hari raya Idul Fitri. Intinya nggak usah terpengaruh dengan ajakan untuk ke kota. Kita bangun desa untuk lebih sejahtera," sambungnya.

Sementara itu, Lurah Muntuk Kapahewon Dlingo Kabupaten Bantul menanggapi pesan Mendes dengan menjelaskan kondisi desanya selama beberapa tahun terakhir. Ia mengaku banyak pemuda yang memilih melakukan urbanisasi. Namun, angkanya terus menyusut sejak terjadi pandemi.

"Alhamdulillah di sini sudah mulai berkurang setiap tahunnya. Saya pribadi terus ngingetin biar anak-anak muda ini tetap di desa dan membangun sesuai dengan potensinya. Kami punya potensi pertanian, pegunungan, banyak sekali. Kalau bukan anak muda sini, kan tidak ada lagi yang akan meneruskan pemeliharaannya," ujar Marsudi.

Sebagai informasi, saat ini arus mudik mulai berlangsung setelah kegiatan mudik Lebaran sempat dilarang pemerintah selama dua tahun terakhir. Banyak masyarakat kota yang mudik ke kampung halaman dan dikhawatirkan jumlah yang melaksanakan mudik balik bertambah sehingga pemuda desa semakin berkurang.

(akd/ega)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT