Mendes: Gerakan Bangga Rupiah Harus Terus Digaungkan di Perbatasan

Rhazes Putra - detikNews
Senin, 25 Apr 2022 20:15 WIB
Abdul Halim Iskandar Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi saat membuka layanan penukarang uang Rupiah dengan pecahan dari Rp20.000 hingga Rp1.000 menggandeng Bank Indonesia (BI) di Taman Desa Kantor Kalibata, Senin (25/4/2022).
Foto: Dok. Kemendes PDTT
Jakarta -

Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar menegaskan Gerakan Bangga Rupiah harus terus digaungkan di daerah-daerah perbatasan. Pasalnya, kata dia, mata uang Rupiah belum mendominasi aktivitas perdagangan di perbatasan.

"Gerakan Bangga Rupiah harus terus digaungkan apalagi di daerah-daerah perbatasan seperti di perbatasan antara Timor Leste dan Indonesia. Ini perlu dikembangkan dan ini juga menjadi salah satu tugas dari Kementerian Desa PDTT untuk daerah terluar dan terdepan," ujarnya dalam keterangan tertulis, Senin (25/4/2022).

Hal ini diungkapkan saat Penukaran Uang yang digelar Kemendes PDTT dan BI di Taman Desa Kantor Kalibata, Senin (25/4/2022).

Halim mengatakan gerakan itu sangat bagus dan memang perlu digalakkan. Oleh karena itu, ia mengajak Keluarga Besar Kemendes untuk turut mensosialisasikan Gerakan Cinta, Bangga dan Paham Rupiah yang sedang disuarakan oleh Bank Indonesia.

"Saya yakin semua pasti cinta karena jika tidak cinta tidak mungkin bakal kerja keras untuk mencarinya," tegasnya.

Lebih lanjut, Halim menegaskan jika Kemendes PDTT bakal mendukung program kampanye BI ini karena Gerakan Cinta, Bangga dan Paham Rupiah menjadi tanggung jawab bersama sebagai wujud kecintaan kita kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Sementara itu, Kepala Departemen Komunikasi BI Erwin Haryono mengatakan Mobil Penukaran itu hanya sebagian kecil dari Gerakan Cinta, Bangga dan Paham Rupiah karena mata uang itu mewakili NKRI.

"Ada 600 titik mobil penukarang milik BI tapi ada juga sekitar 5.000 Perbankan Indonesia lakukan penukaran rupiah jadi jangan takut tidak peroleh uang baru," kata Erwin.

Bank Indonesia ingin mengajak Kemendes PDTT untuk bekerjasama dalam sejumlah program seperti langkah BI yang aktif melakukan kegiatan di wilayah Terdepan, Terluar dan Terpencil (3T).

"Dulu ada komplain di daerah perbatasan jika uangnya jelek hingga banyak menggunakan uang dari negeri tetangga. Kami sudah sangat aktif di sana, termasuk juga di pulau-pulau terpencil," kata Erwin.

Sebelumnya, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) menggandeng Bank Indonesia (BI) membuka layanan penukarang uang Rupiah dengan pecahan dari Rp20.000 hingga Rp1.000.

Halim kemudian memulai proses penukaran dengan pecahan Rp 5.000 sebanyak Rp5 juta, pecahan Rp10.000 sebanyak Rp 5 Juta dan pecahan Rp 20.000 sebanyak Rp 10 juta, selanjutkan diikuti oleh Sekretaris Jenderal Taufik Madjid. Total uang yang disediakan oleh Bank Indonesia untuk Kemendes PDTT mencapai Rp 1,5 Miliar.

Simak video 'Menhub Berharap Ekonomi Bangkit Kala Mudik Lebaran':

[Gambas:Video 20detik]



(akd/ega)