Boyamin MAKI Sambangi KPK, Cek Panggilan Soal Kasus TPPU Budhi Sarwono

M Hanafi Aryan - detikNews
Selasa, 26 Apr 2022 14:58 WIB
Koordinator MAKI, Boyamin Saiman.
Koordinator MAKI Boyamin Saiman (Farih/detikcom)
Jakarta -

Koordinator Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Boyamin Saiman mendatangi gedung Merah Putih KPK. Boyamin mengaku belum menerima surat panggilan dari KPK dan meminta kepastian panggilan ulang.

"Sampai sekarang saya belum menerima panggilan itu. Makanya saya datang ke sini untuk memastikan panggilan itu. Kapan diberikan? Dialamatkan ke mana? Biar tahu," ujar Boyamin Saiman kepada wartawan di gedung Merah Putih KPK, Selasa (26/4/2022).

"Terus katanya juga mau dipanggil ulang, dipanggil ulang kapan? Biar saya tahu kapan sehingga nanti kalau panggilan dikirim lagi ke alamat saya tidak jelas, akhirnya kan nggak nyampe ke saya lagi juga gitu, kan. Intinya itu saja, dua hal itu," sambungnya.

Boyamin sejatinya akan diperiksa sebagai saksi di perkara tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang menjerat Bupati Banjarnegara nonaktif, Budhi Sarwono. Boyamin berstatus sebagai Direktur PT Bumi Rejo dalam dokumen pemeriksaan KPK.

"Saya masuk PT Bumi Rejo itu tahun 2018, secara formalnya begitu. Ya itu di PT Bumi Rejo itu saja. Dan selaku kuasa hukum, saya mendapatkan honor per bulan Rp 5 juta. Dan posisi saya sebagai dirut itu sebenarnya sebagai kuasa hukum untuk memudahkan dengan Bank Mandiri, akan saya jelaskan itu. Memang saya dapat honor kalau dalam posisi itu, Rp 5 juta per bulan," tutur Boyamin.

Saat menjabat di PT Bumi Rejo, Boyamin mulanya memastikan bahwa Budhi Sarwono memang tidak ada di dalam struktur organisasi tersebut. Pada saat itu, PT Bumi Rejo tengah mengalami kredit macet sejak proyek di Brebes-Tegal tahun 2012. Dia mengaku hanya bertugas sebagai pengurus bagian utang-piutang di perusahaan itu.

"Jadi, tugas saya hanya ngurusin utang-piutang saja. Tidak pernah mengikuti kegiatan karena perusahaan ini sudah invalid sejak 2012," terangnya.

Setelah itu, Boyamin sempat masuk dan melapor ke meja resepsionis gedung Merah Putih KPK. Namun penyidik yang hendak ditemuinya tengah berada di luar kota.

"Ini tadi katanya ditunda habis Lebaran, tapi saya tetap mengajukan besok saya ke sini lagi, mudah-mudahan dikabulkanlah. Karena penyidiknya ke luar kota hari ini," kata Boyamin.

Dia juga berkomentar soal surat panggilan yang dilayangkan KPK kepadanya. Menurut Boyamin, surat itu tidak pernah diterima di rumahnya, meskipun KPK telah mengirimkan alamat sesuai dengan data.

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya....

Saksikan juga 'Kontroversi Bupati Banjarnegara: Bertemu Sales Covid-19-Salah Sebut Nama Luhut':

[Gambas:Video 20detik]