ADVERTISEMENT

Cerita Damkar Sulit Cari Sumber Air Saat Kebakaran Pasar Gembrong

Antara - detikNews
Senin, 25 Apr 2022 14:28 WIB
Kebakaran Pasar Gembrong
Kebakaran di Pasar Gembrong (Wilda/detikcom)
Jakarta -

Petugas pemadam kebakaran (damkar) mengakui kesulitan mencari sumber air saat memadamkan kebakaran di Pasar Gembrong. Semalam setidaknya ada 27 unit mobil damkar yang dikerahkan ke lokasi kebakaran.

Kasi Operasional Suku Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Sudin Gulkarmat) Jakarta Timur (Jaktim) Gatot Sulaeman mengatakan sumber air terdekat di sekitar lokasi kebakaran tidak bisa digunakan dan tidak ada hidran.

"Untuk kendala pertama ketersediaan sumber air. Di belakang permukiman warga ada kali, tapi airnya sangat keruh dan tidak ada. Ada sangat jauh, di belakang kampus Mpu Tantular," kata Gatot seperti dilansir Antara, Senin (25/4/2022).

Gatot menambahkan, dalam proses pemadaman yang berlangsung kurang-lebih 13 jam itu, pihaknya harus menyambung selang menggunakan unit mobil pompa guna menjangkau sumber air.

"Jadi, harus buat rangkaian. Kita sudah buat rangkaian sistem statis dan dinamis, namun seiring berjalan waktu kita buat statis," ujar Gatot.

Dia mengatakan sebanyak 27 unit mobil pompa berikut 135 personel gabungan dari Sudin Gulkarmat Jaktim, Jakarta Selatan, dan Jakarta Pusat dikerahkan untuk melakukan pemadaman.

Lebih lanjut, Gatot mengatakan ada 400 bangunan meliputi rumah warga dan toko di sepanjang Jalan Basuki Rachmat hangus terbakar. Diperkirakan kebakaran itu mengakibatkan kerugian materiil sekitar Rp 1,5 miliar.

"Alhamdulillah proses pemadaman yang dimulai pada Minggu (24/4) pukul 21.17 WIB rampung pukul 10.22 WIB. Tidak ada korban luka dan jiwa," kata Gatot.

Kebakaran Besar Pasar Gembrong

Diketahui, kebakaran hebat melanda Pasar Gembrong, Jakarta Timur. Pemadam kebakaran mencatat jumlah korban jiwa sebanyak 450 KK atau sekitar 1.000 jiwa.

"(Sebanyak) 450 KK, 1.000 jiwa (5 RT) terdampak," kata Kasiops Damkar Jakarta Timur Gatot Sulaiman, dalam keterangannya, Senin (25/4).

Simak selengkapnya di halaman berikutnya.

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT