PK Djoko Tjandra Terkait Kasus Surat Jalan Palsu Ditolak

Andi Saputra - detikNews
Senin, 25 Apr 2022 11:01 WIB
Majelis hakim Pengadilan Tipikor Jakarta menyatakan Joko Soegiarto Tjandra alias Djoko Tjandra bersalah melakukan tindak pidana korupsi di kasus suap red notice dan fatwa Mahkamah Agung (MA). Djoko Tjandra divonis 4 tahun dan 6 bulan penjara dan denda Rp 100 juta subsider 6 bulan kurungan.
Djoko Tjandra (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Peninjauan Kembali (PK) yang diajukan Djoko Tjandra di kasus surat jalan palsu ditolak Mahkamah Agung (MA). Alhasil, Djoko Tjandra tetap dihukum 2,5 tahun penjara di kasus itu.

"Tolak," demikian bunyi putusan PK yang dilansir website MA, Senin (25/4/2022).

Duduk sebagai ketua majelis Suhadi dengan anggota Dwiarso Budi Santiarto dan Suharto. Adapun panitera pengganti adalah Rudi Soewasono.

Kasus bermula saat patgulipat makelar kasus (markus) itu terbongkar pada 2020 lalu. Djoko yang berstatus sebagai buronan bisa melenggang ke Jakarta, membuat e-KTP dan mendaftar PK ke PN Jaksel. Akal bulus Djoko dibantu pengacara Brigjen Prasetijo Utomo dan Anita Kolopaking.

Belakangan juga terungkap Djoko mengurus permohonan Fatwa Mahkamah Agung (MA) terkait kasus korupsi yang membelitnya. Di kasus ini, melibatkan jaksa Pinangki Sirna Malasari dan Andi Irfan Jaya

Nah, untuk memuluskan aksinya di atas, Djoko menyuap aparat agar namanya di Red Notice hilang. Pihak yang disuap yaitu Irjen Napoleon Bonaparte dan Brigjen Prasetijo Utomo. Seorang 'markus' juga ikut terseret yaitu Tommy Sumardi.

Mereka akhirnya diadili secara terpisah. Khusus untuk Djoko Tjandra di kasus surat palsu dijatuhi hukuman 2,5 tahun penjara oleh Pengadilan Negeri Jakarat Timur (PN Jaktim) pada 22 Desember 2020. Vonis itu dikuatkan di tingkat banding pada Mei 2021.

Djoko tidak diam dan mengajukan kasasi di kasus surat palsu. Namun kasasi itu ditolak majelis kasasi. Duduk sebagai ketua majelis Andi Abu Ayyub Saleh dengan anggota Hidayat Manao dan Soesilo. Dengan ditolaknya kasasi jaksa dan Djoko Tjandra, maka putusan PN Jaktim di kasus itu menjadi berkekuatan hukum tetap.

Berikut daftar hukuman Djoko Tjandra tersebut:

1. Djoko Tjandra, dihukum 2,5 tahun penjara di kasus surat palsu
2. Djoko dihukum 3,5 tahun penjara di kasus korupsi menyuap Irjen Napoleon Bonaparte.
3. Djoko juga harus menjalani hukuman korupsi 2 tahun penjara di kasus korupsi cassie Bank Bali. MA juga memerintahkan agar dana yang disimpan di rekening dana penampungan atau Bank Bali sebesar Rp 546 miliar dikembalikan kepada negara.

Selain Djoko Tjandra, juga dihukum nama lain yang terseret, yaitu:

1. Jaksa Pinangki, awalnya dihukum 10 tahun penjara tapi disunat oleh Pengadilan Tinggi Jakarta menjadi 4 tahun penjara. Pinangki terbukti korupsi dan mencuci uang.
2. Irjen Napoleon divonis 4 tahun penjara.
3. Brigjen Prasetijo divonis 3,5 tahun penjara.
4. Tommy Sumardi divonis 2 tahun penjara.
5. Andi Irfan divonis 6 tahun penjara.
6. Pengacara Anita Kolopaking dihukum 2,5 tahun penjara.

(asp/zap)