ADVERTISEMENT

Cerita Porter Stasiun Senen Terbawa Kereta Gegara Banyaknya Bawaan Penumpang

Karin Nur Secha - detikNews
Minggu, 24 Apr 2022 18:33 WIB
Seorang porter Stasiun Pasar Senen, Suswanto (41) menceritakan kisah unik mengenai pekerjaannya itu yang tak pernah ia lupakan (Karin Nur Secha/detikcom)
Foto: Seorang porter Stasiun Pasar Senen, Suswanto (41) menceritakan kisah unik mengenai pekerjaannya itu yang tak pernah ia lupakan (Karin Nur Secha/detikcom)
Jakarta -

Bukan hal baru jika di sejumlah stasiun terdapat banyak porter bertebaran apalagi menjelang musim lebaran. Seorang porter Stasiun Pasar Senen, Suswanto (41) menceritakan kisah unik mengenai pekerjaannya itu yang tak pernah ia lupakan.

Suswanto telah menggeluti profesi sebagai porter di Stasiun Pasar Senen selama 19 tahun. Berbagai pengalaman sebagai porter pernah dia rasakan, termasuk terbawa kereta saat membawa barang penumpang.

"Untuk ngikut kereta pernah, waktu itu kereta yang kedatengan. Jadi saya nganterin ke KRL kan barangnya banyak, karena buru-buru akhirnya kereta paling cuma berhenti berapa menit, karena barangnya banyak akhirnya saya kebawa," ungkap Suswanto saat ditemui di lokasi, Minggu (24/4/2022).

Usai dirinya tersadar terbawa kereta, dia langsung turun di Stasiun Kemayoran dan kembali ke Stasiun Pasar Senen menggunakan ojek. Hal itu terjadi saat sebelum pandemi.

"Itu arah Bogor dia, jadi dia mau ke Bogor barangnya kan banyak karena barangnya banyak waktu berhentinya sebentar akhirnya saya kebawa ke Kemayoran. Akhirnya dari Kemayoran saya ke sini ngojek," jelas Suswanto.

"Ya di sana (penumpang) juga tau lah karena kita kebawa ya paling ada lebihan dikit buat ongkos ojek. Kalau ojek Rp 20 ribu ya kita dikasih Rp 30-40 ribu," sambungnya.

Dia juga bercerita tentang pengalaman rekannya yang ikut terbawa saat membawa barang penumpang ke dalam kereta. Kebanyakan kejadian itu terjadi sebelum tahun 2010.

"Kalau dulu jaman bebas itu pernah kebawa kan. Sebelum 2010 kan namanya penumpang berjubel kita bawa barang ke dalem akhirnya kita keluar kan nggak bisa sedangkan penumpang kan diteken masuk terus," katanya.

"Itu kalau dulu, kalau sekarang kan nggak, kalau penumpang sekarang kan sudah dibatasin sekian banyak semua dapet tempat duduk. Kalau dulu sering teman rata-rata begitu, kita bawa barang penumpang banyak dapetnya di tengah kita mau keluar lagi nggak bisa keburu keretanya jalan. Karena dulu kan bebas, pokoknya dulu selagi muat selagi mampu dipaksa masukin terus," sambungnya.

Selanjutnya, dia menyebut jika kebanyakan penumpang Stasiun Pasar Senen sangat royal kepada porter. Ini dikarenakan beberapa dari penumpang sering memberi tips kepada mereka.

"Cerita menarik suka dukanya banyak di sini. Kalau menariknya itu ya kalau di sini pendapatan itu melebihi dari apa yang kita pikirkan. Jadi misalnya tiap hari kita dapet Rp 100 ribu, kurang lebih Rp 100 ribu lah. Kadang penumpang ngasih tips lebih itu, senengnya di situ," kata Suswanto.

"Ya nggak semuanya sih (royal) itu kebanyakan royal," lanjutnya.

Dia juga berharap musim mudik tahun ini bisa normal seperti dua tahun sebelumnya.

"Untuk harapan saya ya kedepannya atau sekarang ya mudah-mudahan ya pandemi cepet selesai jadi perkeretaapian bisa jaya kembali penumpang semakin banyak, pendapatan kita juga semakin banyak," ungkapnya

Simak juga Video: Nasib Porter Pelabuhan Merak Kala Pandemi

[Gambas:Video 20detik]



(ain/isa)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT