ADVERTISEMENT

Ini Sosok 6 Hakim Agung Perempuan, Ada Brigjen TNI Juga Lho!

Andi Saputra - detikNews
Kamis, 21 Apr 2022 12:10 WIB
Hakim Agung Sri Murwahyuni
Sri Murwahyuni (Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Harapan RA Kartini tak sia-sia. Saat ini perempuan juga bisa menjadi pejabat negara, hakim agung salah satunya. Siapa saja mereka?

Berikut keenam hakim agung yang dirangkum dari website Mahkamah Agung (MA), Kamis (21/4/2022):

Sri Murwahyuni

Hakim agung perempuan itu adalah ketua majelis kasasi Sri Murwahyuni. Anak petani yang juga Kepala Desa Bandar, Magetan, Jawa Timur itu memulai karier sebagai PNS Kemenkumham pada 1978, selepas ia lulus dari FH Universitas Islam Indonesia (UII), Yogyakarta.

Tiga tahun setelahnya, Sri lalu mendaftar calon hakim dan diterima. Palu hakim ia pegang pertama kali di Pengadilan Negeri (PN) Pandeglang pada Februari 1984. Setelah itu, ia malang melintang di berbagai pengadilan dengan toga hakimnya tersebut.

Yaitu di PN Serang, PN Probolinggo, PN Sidoarjo, PN Bondowoso, PN Surabaya. Menginjak tahun 2006, kariernya naik menjadi hakim tinggi dengan tugas pertama di Pengadilan Tinggi (PT) Samarinda dan dilanjutkan di PT Surabaya hingga terpilih sebagai hakim agung pada Oktober 2010.

Nurul Elmiyah

Ia merupakan hakim agung non karier dari unsur akademisi, dosen Faklutas Hukum Universitas Indonesia (UI). Nurul dilantik menjadi hakim agung sejak 9 November 2011.

Perempuan kelahiran Tuban, 11 November 1956 ini, menaruh perhatian pada "moral justice" atau keadilan berdasarkan moral. Menurutnya, moral penegak hukum yang baik harus menjadi kunci untuk membentuk dan mewujudkan hukum yang berpihak pada moral

Nurul kini duduk di chamber perdata dan mengadili khusus kasus-kasus perdata. Oleh sebab itu, putusannya mayoritas berlatar belakang perdata.

Seperti sengketa pengelolaan Pelabuhan Marunda antara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) bersama PT Karya Cipta Nusantara (KCN) dengan nilai sengketa Rp 773 miliar.

Nurul juga yang menjadi ketua majelis kasasi yang menolak permohonan kasasi Presiden Joko Widodo (Jokowi) dkk dalam kasus kebakaran hutan di Kalimantan. Nurul dkk menguatkan vonis sebelumnya bila Jokowi dkk melakukan perbuatan melawan hukum sehingga terjadi kebakaran hutan.



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT