Kompolnas Desak Brigadir FZ Aniaya Bocah di Baubau Dipidana!

Adhyasta Dirgantara - detikNews
Kamis, 21 Apr 2022 11:31 WIB
Komisioner Kompolnas Poengky Indarti
Komisioner Kompolnas Poengky Indarti (Foto: dok. Istimewa)
Jakarta - Seorang polisi, Brigadir FZ, diduga menganiaya bocah di Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra), karena mobilnya terserempet sepeda. Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) mendesak agar Brigadir FZ tidak hanya diproses secara etik, tapi juga pidana.

"Saya berharap proses pemeriksaan terhadap Brigadir FZ tidak berhenti sampai di pelanggaran etik saja, melainkan yang bersangkutan juga perlu diproses pidana berupa penganiayaan dengan korbannya anak-anak. Hukuman tegas akan mampu mengoreksi dan menjadikan efek jera," ujar Komisioner Kompolnas Poengky Indarti kepada wartawan, Kamis (21/4/2022).

Poengky mengatakan dampak mobil Brigadir FZ terserempet oleh sepeda tidak sebesar luka dan trauma yang dialami oleh korban. Dia mengatakan, sebagai seorang polisi, seharusnya Brigadir FZ bisa menahan diri untuk tidak melakukan penganiayaan.

"Sebagai seorang polisi, meski mobil yang dikendarainya terserempet si anak, dampaknya tidak sebesar dampak luka dan trauma yang ditimbulkan pada si anak. Mobil terserempet sepeda dapat dipulihkan. Tetapi trauma dan luka psikis anak susah sembuhnya," tuturnya.

"Sebagai seorang polisi, seharusnya yang bersangkutan dapat menahan diri untuk tidak melakukan pembalasan kepada anak-anak, apalagi pembalasan yang tidak seimbang," sambung Poengky.

Poengky menanggapi klaim Kapolres Baubau yang menyebut Brigadir FZ labil. Menurutnya, jika Brigadir FZ labil, seharusnya tidak layak menjadi polisi.

"Jika benar menurut kapolres bahwa Brigadir FZ labil, yang bersangkutan sebetulnya tidak layak jadi polisi. Seorang polisi haruslah stabil dan dapat mengendalikan emosinya dengan baik. Karena yang bersangkutan tugasnya bersentuhan dengan masyarakat, untuk melindungi, mengayomi, melayani masyarakat dan menegakkan hukum," ujarnya.

Kapolres Baubau Minta Maaf

Kapolres Baubau AKBP Erwin Pratomo telah meminta maaf atas ulah anggotanya, Brigadir FZ, yang diduga menganiaya bocah. Kapolres Baubau berjanji akan mengusut kasus ini.

Dikutip dari detikSusel, Kamis (24/4), AKBP Erwin Pratomo mengunjungi rumah bocah yang jadi korban penganiayaan Brigadir FZ di Kelurahan Lanto, Kecamatan Batupoaro, Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra), pada Rabu (24/4) malam.

"Kami silaturahmi dan sekaligus permohonan maaf," kata Kapolres Baubau AKBP Erwin Pratomo kepada wartawan.

Erwin mengaku disambut hangat oleh keluarga korban. Setelah berbincang panjang, Erwin mengungkapkan keluarga korban sangat kooperatif dalam menyikapi kasus kekerasan tersebut.

"Sambutan keluarga korban bapak dan ibunya sangat baik, mereka sangat menerima (permohonan maaf) apalagi di bulan Ramadan ini," ujarnya. (drg/haf)