ADVERTISEMENT

Suara Mahasiswa

KAMMI Minta PBB Tegas Sikapi Israel yang Serang Masjid Al Aqsa

Danu Damarjati - detikNews
Senin, 18 Apr 2022 14:29 WIB
Polisi Israel berpatroli di kawasan Yerusalem. Patroli dilakukan usai bentrokan antara polisi Israel dan demonstran Palestina terjadi di Kompleks Masjid Al-Aqsa
Salah satu momen saat bentrok kekerasan di Al Aqsa, Palestina. (REUTERS/AMMAR AWAD)
Jakarta -

Aparat Israel melakukan kekerasan terhadap warga sipil di sekitar Masjid Al Aqsa, Yerusalem. Sebanyak 170 orang terluka dalam sepekan terakhir ini. Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) mendesak Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) bersikap tegas terhadap Israel.

Seperti diberitakan AFP, bentrokan terbaru membuat jumlah korban luka sejak Jumat (15/4/2022) menjadi lebih dari 170 ketika festival Paskah Yahudi bertepatan dengan bulan puasa Ramadan.

Pada Minggu (17/4) pagi, polisi mengatakan ratusan demonstran Palestina di dalam kompleks masjid mulai mengumpulkan tumpukan batu, tak lama sebelum kedatangan pengunjung Yahudi.

Orang-orang Yahudi diizinkan untuk mengunjungi tetapi tidak untuk berdoa di situs tersebut, tempat tersuci dalam Yahudi dan ketiga tersuci dalam Islam.

Polisi Israel mengatakan pasukannya telah memasuki kompleks untuk 'mengusir' para demonstran dan 'menegakkan kembali ketertiban'.

Bulan Sabit Merah Palestina mengatakan 19 warga Palestina terluka, termasuk sedikitnya lima orang yang dirawat di rumah sakit. Beberapa yang terluka itu disebut terkena peluru baja berlapis karet.

"PBB harus punya sikap tegas akan kejadian ini. Supaya penjajahan di atas dunia harus dihapuskan seperti yg tertuang dalam UUD Republik Indonesia," kata Ketua Bidang Keummatan PP KAMMI, Koirul Amry, dalam keterangan tertulis kepada detikcom, Senin (18/4).

KAMMI mendesak pemerintah Indonesia menyerukan kepada Negara-negara Dunia untuk bersuara serta melakukan langkah-langkah konkret guna menghentikan kekerasan dan konflik yang yang dapat menyebabkan kerugian jauh lebih besar terhadap rakyat Palestina.

KAMMI mengecam keras kekerasan polisi Israel terhadap rakyat Palestina. Tindakan polisi Israel tidak bisa diterima akal sehat dan hati nurani.

"Jelas kami mengecam tindakan biadab semacam ini," kecam Ketua Umum PP KAMMI Zaky Ahmad Riva'i.

Ketua Bidang Keummatan PP KAMMI, Rizky Ramadhan Marlamsya, menambahkan penyerangan yang dilakukan saat bulan Ramadan merusak ketenangan beribadah dan dapat memicu kemarahan umat Islam.

"Penyerangan tersebut merusak ketenangan umat islam yang sedang beribadah di bulan suci Ramadan. Dan ini akan memicu kemarahan umat Islam," ujarnya.

(dnu/aik)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT