Koalisi Pemerintah Israel Hadapi Perpecahan Buntut Bentrok di Masjid Al-Aqsa

ADVERTISEMENT

Koalisi Pemerintah Israel Hadapi Perpecahan Buntut Bentrok di Masjid Al-Aqsa

Farih Maulana Sidik - detikNews
Senin, 18 Apr 2022 05:46 WIB
Polisi Israel berpatroli di kawasan Yerusalem. Patroli dilakukan usai bentrokan antara polisi Israel dan demonstran Palestina terjadi di Kompleks Masjid Al-Aqsa
Polisi Israel patroli usai bentrok dengan warga Palestina di Masjid Al-Aqsa (Foto: REUTERS/AMMAR AWAD)
Jerusalem -

Koalisi pemerintahan Israel menghadapi perpecahan baru ketika partai Arab-Israel, Raam, menangguhkan keanggotaannya. Hal itu terjadi buntut dari peristiwa kekerasan di sekitar Masjid Al-Aqsa, Yerusalem, yang melukai 170 orang selama akhir pekan.

Dilansir dari AFP, Senin (18/4/2022), pemerintah-campuran ideologis yang berbeda dari sayap kiri, nasionalis Yahudi garis keras dan partai-partai agama serta Raam-telah kehilangan mayoritas ketika seorang anggota agama Yahudi berhenti dalam perselisihan mengenai distribusi roti beragi di rumah sakit.

Sejak itu, hari-hari kekerasan di sekitar kompleks Masjid Al-Aqsha, tempat suci bagi Muslim dan Yahudi membuat Raam di bawah tekanan untuk mundur juga.

"Jika pemerintah melanjutkan langkahnya terhadap rakyat Yerusalem, kami akan mengundurkan diri sebagai sebuah blok," kata Raam dalam sebuah pernyataan.

Deklarasi tersebut dikeluarkan beberapa jam setelah lebih dari 20 warga Palestina dan Israel terluka dalam insiden di dalam dan sekitar kompleks Masjid Al-Aqsa, yang dikenal oleh orang Yahudi sebagai Temple Mount.

Seperti diketahui, bentrokan terbaru membuat jumlah korban luka sejak Jumat (15/4) menjadi lebih dari 170 ketika festival Paskah Yahudi bertepatan dengan bulan puasa Ramadan.

Pada Minggu (17/4) pagi, polisi mengatakan ratusan demonstran Palestina di dalam kompleks masjid mulai mengumpulkan tumpukan batu, tak lama sebelum kedatangan pengunjung Yahudi.

Orang-orang Yahudi diizinkan untuk mengunjungi tetapi tidak untuk berdoa di situs tersebut, tempat tersuci dalam Yahudi dan ketiga tersuci dalam Islam.

Polisi Israel mengatakan pasukannya telah memasuki kompleks untuk 'mengusir' para demonstran dan 'menegakkan kembali ketertiban'.

Bulan Sabit Merah Palestina mengatakan 19 warga Palestina terluka, termasuk sedikitnya lima orang yang dirawat di rumah sakit. Beberapa yang terluka itu disebut terkena peluru baja berlapis karet.

Simak Video: Polisi Israel Kembali Memasuki Masjid Al-Aqsa Pascabentrokan

[Gambas:Video 20detik]



(fas/haf)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT