ADVERTISEMENT

Serangan-serangan Amien Rais ke Luhut Pandjaitan

Tim detikcom - detikNews
Senin, 18 Apr 2022 06:52 WIB
Amien Rais
Amien Rais (Foto: Tangkapan layar YouTube)

Tudingan Mabuk Kuasa

Amien juga mengatakan Jokowi mabuk akan kekuasaan. Menurut Amien, Jokowi tidak merasa puas dengan kekuasaan 10 tahun.

"Nah, saudara sekalian, saya bahkan berani mengatakan di sini, Pak Jokowi dengan pahlawan ini sudah sudah istilahnya itu power drunken, sudah mabuk kekuasaan, 10 tahun belum cukup, masih ingin lagi, ingin lagi," ucapnya.

Amien memahami ada banyak kritik atas pernyataannya itu. Namun, dia mengaku tidak peduli karena apa yang dia ungkap bagian dari sikap demokratis.

"Bahkan saya khawatir andaikata tiga periode misalnya tidak kita halangi macam-macam, kemudian nanti macam-macam ini, saya berpikir ke depan saya tahu orang banyak marah pada saya. Itu Pak Tua ngapain ya, saya sedang menyampaikan kekhawatiran saya sebagai anak bangsa yang mungkin yang tidak suka sama saya, saya dianggap noise, tapi itu tidak apa-apa, itu risiko," ucapnya.

"Tidak ada orang yang punya pendapat di negeri demokratis yang terbuka sekarang ini itu tidak dihujat, yang sudah betul pun dihujat, ayat Al-Qur'an saja diusulkan 300 ayat mau dihilangkan dan lain-lain ini. Jadi sontoloyonya banyak sekali di negeri kita ini kalau sampai nanti duet Jokowi lihat itu," imbuhnya.

Minta Luhut Resign

Terbaru, Amien Rais kembali menyerang Luhut. Dia meminta Luhut mundur dari jabatan Menko Kemaritiman.

"Saya ingin membuat rekomendasi untuk rezim Jokowi-Luhut, pertama seyogianya Pak Luhut segera mengundurkan diri," kata Amien Rais di acara Milad 1 Tahun Partai Ummat, yang disiarkan langsung di akun YouTube Partai Ummat, Minggu (17/4/2022).

Amien Rais mengklaim sebagian masyarakat sipil sudah tak percaya kepada Luhut. Dia kemudian mengutip Masinton Pasaribu yang pernah mengkritik Luhut.

"Sebagian besar masyarakat sipil saya yakin sudah tidak percaya lagi dengan Pak Luhut, dan Masinton Pasaribu yang lebih tahu itu mengatakan saya bersedia ditembak daripada mencabut pernyataan saya bahwa Luhut adalah biang kerok, saya nggak tega ya tapi itu menurut Pak Masinton," ujarnya.

Amien Rais meminta Luhut segera resign. Dia menilai makin cepat Luhut resign, maka semakin bagus.

"Jadi pada Pak Luhut saya mengatakan, please resign the sooner the better, jadi makin cepat makin bagus," katanya.

Amien Rais menilai Jokowi harus tegas terhadap Luhut. Dia menyebut Luhut bukan aset bangsa, melainkan beban nasional.

"Pak Luhut nekat dan sudah terjebak dengan narsisistik megalomania yang diidapnya, Pak Jokowi seyogianya memecat dia, Luhut bukan lagi aset bangsa, tapi telah menjadi beban nasional," kata Amien Rais.

Serangan Balik Jubir Luhut ke Amien Rais

Jubir Luhut, Jodi Mahardi, menyerang balik Amien Rais. Serangan balik itu dia sampaikan menanggapi pernyataan keras Amien di YouTube Amien Rais Official dengan judul judul "DUET JOKOWI LUHUT TIDAK KITA PERLUKAN LAGI".

"Yang harus ke psikolog itu para politikus yang nggak bisa menyampaikan pendapat secara beradab," ujar Jodi saat dimintai konfirmasi, Sabtu (4/3/2022).

Jodi menjelaskan seharusnya Amien mendidik generasi muda menjadi manusia beradab, bukan sebaliknya. Dia mengatakan pihak yang paranoid adalah orang yang tak bisa menerima demokrasi bukan cuma maunya sendiri.

"Bukannya mendidik generasi muda jadi manusia beradab, malah sebaliknya," tukas Jodi.

"Yang paranoid itu yang nggak bisa nerima bahwa demokrasi bukan cuma maunya dia," imbuhnya.

detikcom telah menghubungi Jodi terkait desakan agar Luhut mundur seperti yang disampaikan Amien. Namun, Jodi belum merespons.

Sentilan ke Amien dari Parpol Pro Jokowi

Elite PDIP Hendrawan Supratikno meminta Amien Rais membedakan antara sindrom megalomania dengan ide besar. Hendrawan mengatakan ide besar dibutuhkan saat sedang menyusun strategi di tengah dinamika lingkungan.

Harus dibedakan antara ide besar (great ideas) dengan sindrom megalomania. Ide besar dibutuhkan sebagai bagian dari strategi dan navigasi di tengah turbulensi dan dinamika lingkungan. Kita tidak boleh terpaku pada status-quo. Konsistensi dan daya adaptasi harus dimainkan secara harmonis dan sinergis," ujar Hendrawan, Sabtu (2/4).

Selain itu, Ketua DPP PPP Ahmad Baidowi (Awiek) menyebut sebenarnya kritik adalah hal yang biasa. Hanya, dia meminta Amien Rais tak sembarangan dalam mengkritik seseorang.

"Ya sebagai sebuah kritik hal-hal yang biasa saja, hal yang wajar. Tetapi, kritik itu pakai data yang konkrit gitu dan tidak menuduh, tidak sembarangan," kata Awiek.

Awiek yakin Amien Rais tahu bagaimana mengkritik Jokowi secara benar. Awiek berharap Amien Rais bisa memberi kritik yang membangun.

"Saya yakin Pak Amien sebagai politisi senior dan juga guru besar di salah satu universitas ternama, itu ya harusnya tahu lah bagaimana mengkritik dan tidak perlu menuduh Pak Jokowi paranoid dan semacamnya," tuturnya.

Sementara, Waketum PKB Jazilul Fawaid menganggap pernyataan Amien Rais yang menyebut Jokowi dan Luhut mengidap sindrom narsistik megalomania itu provokatif. Menurutnya, Jokowi bekerja keras sehingga pantas mendapat pilihan kata yang jauh lebih baik.

"Pernyataan provokatif, bahkan menyerang pribadi Pak Jokowi dan Pak Luhut. Apa tidak ada pilihan kata yang lebih pantas untuk Presiden yang bekerja keras? Mari kita jaga lisan kita. Kata pepatah, mulutmu harimaumu," ucap Jazilul.


(haf/haf)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT