Serangan-serangan Amien Rais ke Luhut Pandjaitan

Tim detikcom - detikNews
Senin, 18 Apr 2022 06:52 WIB
Amien Rais
Amien Rais (Foto: Tangkapan layar YouTube)
Jakarta -

Ketua Majelis Syuro Partai Ummat Amien Rais melontarkan pernyataan-pernyataan keras terhadap Menko Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. Terbaru, Amien meminta Luhut mundur.

Serangan pertama itu disampaikan Amien lewat YouTube Amien Rais Official dengan judul judul "DUET JOKOWI LUHUT TIDAK KITA PERLUKAN LAGI". Video itu diunggah pada Sabtu (2/4/2022).

Amien mengatakan rezim Jokowi-Luhut harus berakhir pada 2024. Dia menuduh Jokowi-Luhut melakukan segala cara untuk mengegolkan tujuan politiknya.

"Daripada saya bicara dalam rangka membayangkan oknum tertentu, lebih baik saya landing saja realitas politik kita sekarang ini duet Jokowi-Luhut yang saat ini menjadi simbol dan substansi rezim yang berkuasa saat ini bahwa sesungguhnya harus berakhir pada Oktober 2024," kata Amien.

"Jadi, selain itu, tidak boleh lagi dua oknum ini lantas menggerakkan berbagai cara, tekad ala Orde Baru itu, kita masih terngiang-ngiang rakyat kita dibodohi, tapi kadang ditekan, diancam untuk mengegolkan tujuan politik yang sesungguhnya jahat, political crime," lanjutnya.

Tuduh Rezim Paranoid

Amien juga menuduh Jokowi-Luhut sebagai rezim yang kuat dengan ambisinya. Amien menyebut Jokowi-Luhut sebagai paranoid yang menutupi kelemahan dengan menggertak dan mengancam serta menggerakkan massa.

"Saya ingatkan bahwa rezim Jokowi-Luhut, karena ambisi kekuasaannya itu, menjadi sebuah rezim paranoid. Jadi menjadi paranoid rezim di mana cirinya adalah rasa tidak pernah secure, aman, kemudian cara menutupi kelemahannya dengan cara menggertak, dengan mengancam, dengan mengerahkan massa yang masif, bahwa duet ini adalah satu-satunya yang dapat menyelamatkan bangsa ini," ujarnya.

Amien menyebut massa yang digerakkan adalah perangkat di lingkungan masyarakat. Menurutnya, cara yang dilakukan itu tidak berbobot.

"Jadi saya kasihan melihat keadaan kita sekarang ini, mengerahkan seluruh lurah se-Indonesia, mungkin nanti asosiasi-asosiasi tertentu, mungkin nanti eksponen bangsa petani, nelayan, buruh, pegawai negeri, pensiunan ini pensiunan ini, dan lain-lain," ucapnya.

"Tetapi ini adalah suatu cara yang kosong substansi, kemudian abal-abal, tidak ada bobotnya. Karena apa? Karena ini sangat artifisial, ya seperti balon. Kelihatannya besar, tapi jika terkena jarum kecil saja udah kempis," lanjutnya.

Amien Rais mengatakan Jokowi-Luhut rezim ugal-ugalan. Dia kemudian menyinggung usulan penundaan pemilu, yang telah ditolak oleh Presiden Jokowi, sebagai skenario Jokowi-Luhut. Menurutnya, seorang pemimpin harus mengetahui presiden hanya bisa dipilih dua kali.

"Saya lihat sandiwara politik yang dipertontonkan oleh duet Jokowi-Luhut itu makin lama makin menggila, makin ugal-ugalan. Jadi tidak bisa lain kesimpulan saya bahwa memang saudara saya Jokowi ini itu, selain tidak kompeten sebagai pemimpin yang saya tulis dalam risalah kebangsaan saya, tapi juga tidak tahu kapan dia harus mundur," ujarnya.

"Pemimpin yang baik itu harus tahu persis kapan dia harus mundur, apalagi dalam UUD 45 itu sudah jelas sekali dikatakan presiden kita hanya bisa dipilih dua kali saja. Tapi sekarang mau dipaksakan supaya ada sidang MPR khusus untuk buat PPHN, jadi kemudian nanti arahnya mengubah secara sangat ugal-ugalan, lebih dari itu, sangat jahat, ini luar biasa," lanjut Amien.

Tuduhan Sindrom Narsistik

Amien juga menyebut Jokowi-Luhut mengidap sindrom narsisistik megalomania. Sindrom itu, katanya, membawa diri seseorang merasa paling sempurna.

"Jadi saudara sekalian, memang seorang pemimpin, seorang presiden, itu ada kemungkinan mendapatkan sindrom narsisistik megalomania. Narsisistik itu adalah seseorang yang merasa akulah yang paling sempurna, akulah yang paling benar, akulah yang paling tahu segala macam persoalan, orang lain lebih bodoh, orang lain tidak bermutu, dan lain-lain," ucapnya.

Amien Rais kemudian menyarankan Jokowi-Luhut untuk pergi ke psikolog. Dia mengatakan hal itu diperlukan untuk memastikan apakah Jokowi-Luhut mengidap apa yang dia sebut itu.

"Megalomania itu membayangkan yang besar-besar, saya lihat ini, maaf ya Saudara Jokowi dan Luhut, Anda berdua ini harus mengaca diri, tanya kepada psikolog-psikolog yang objektif apakah kalian berdua itu sedang menderita narsisistik megalomania tadi. Kalau iya, tentu memohon ampunlah kepada Allah, kepada Tuhan, karena ini bisa bawa bahaya luar biasa," ujarnya.

"Jadi bayangkan kalau orang sudah kena halusinasi kemudian diekspresikan, dihijaulantahkan sindrom narsistik tadi dalam alam riil, maka saya kira sebagian besar bangsa akan mengelus dada, bangsa kita ini bisa melahirkan pemimpin-pemimpin keluar yang saya kira DNA-nya itu keluar dari DNA bangsa kita. Jadi menurut saya aneh-aneh itu ya," sambung Amien.

Simak selengkapnya di halaman selanjutnya.

Simak Video: Gencarnya Amien Rais Serang Luhut Binsar Pandjaitan

[Gambas:Video 20detik]