Saran Epidemiolog Cegah Lonjakan COVID-19 Usai Mudik Lebaran 2022

Arief Ikhsanudin - detikNews
Senin, 18 Apr 2022 03:03 WIB
Dicky Budiman (Dok istimewa/foto diberikan oleh narsum bernama Dicky Bu
Foto: Dicky Budiman (Dok istimewa/foto diberikan oleh narsum bernama Dicky Budiman)
Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mewanti-wanti jangan sampai ada ledakan kasus virus Corona (COVID-19) usai Lebaran 2022. Epidemiolog menyebut ada 20 persen penduduk Indonesia yang rawan terinfeksi COVID-19 .

"Kurang lebih 20 persen penduduk kita belum memiliki imunitas, entah belum vaksin, entah belum terinfeksi, entah menurun imunitasnya akibat infeksi dan vaksinasi," kata Epidemiolog dari Griffith University Australia, Dicky Budiman, saat dihubungi, Minggu (17/4/2022).

"Umumnya, berisi paling berisiko, lansia, komorbid, anak di bawah lima tahun, termasuk bayi baru lahir," katanya.

Dicky menyampaikan selalu ada potensi lonjakan kasus karena jutaan orang akan mudik di waktu yang sama. Namun, lonjakan kasus tidak akan separah sebelumnya.

"Karena jumlah orang yang memiliki imunitas jauh lebih besar dibandingkan dua tahun terakhir. Maka artinya, potensi itu mengecil, ditambah lagi, jika ada penguatan di kriteria, di aspek protokol kesehatan, termasuk aspek kesehatan lingkungan," ujarnya.

Dia meminta agar pemerintah tak hanya memperhatikan soal pelaksanaan protokol kesehatan, tapi juga soal pemberian dosis vaksin COVID-19. Diketahui, pemerintah memberikan syarat pemudik harus sudah disuntik booster atau dosis ketiga.

"Bukan hanya protokol kesehatan, tapi memastikan yang mudik dipastikan mereka sudah menambah proteksi, kalau baru dua dosis, tambah dosis tiga, kalau baru satu dosis, tambah dosis dua," ujarnya.

Diketahui, Jokowi berharap mudik Lebaran 2022 berjalan dengan aman dan lancar. Jokowi menekankan keselamatan masyarakat merupakan prioritas pemerintah.

"Pemerintah, kita semua, tentu sangat menginginkan perjalanan mudik berlangsung lancar dan penuh kegembiraan. Yang terpenting pemerintah selalu meletakkan keselamatan masyarakat sebagai prioritas utama, baik keselamatan selama perjalanan mudik maupun keselamatan kesehatan," ujar Jokowi dalam pernyataan pers, Kamis (14/4).

Jokowi lantas mewanti-wanti agar tidak ada lonjakan kasus COVID-19 yang tak terkendali setelah Lebaran. Dia ingin masyarakat tetap sehat.

"Sekali lagi, jangan sampai ada lonjakan kasus yang tak terkendali setelah kita merayakan hari raya," ujar Jokowi.

(aik/gbr)