Putin Mau Tujuan Mulia Tercapai, Perang Diprediksi Tak Cepat Selesai

Adhyasta Dirgantara - detikNews
Minggu, 17 Apr 2022 06:06 WIB
Guru Besar Hukum Internasional UI Hikmahanto Juwana dalam diskusi Warga Tanpa Warga Negara di kantor Para Syndicate, Jakarta, Jumat (19/8/2016)
Foto: Guru besar UI Hikmahanto Juwana (Ari Saputra)
Jakarta -

Presiden Rusia Vladimir Putin bertekad terus melanjutkan invasi di Ukraina sampai tujuan mulia negaranya tercapai. Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia (UI) Hikmahanto Juwana memprediksi perang di Ukraina tidak akan cepat berakhir.

"Putin menyampaikan perundingan Rusia dengan Ukraina telah gagal. Putin pun bertekad akan terus melancarkan serangan ke Ukraina sampai dengan tercapainya tujuan mulia. Apa yang disampaikan Putin menandakan perang tidak akan segera usai," ujar Hikmahanto saat dihubungi, Sabtu (16/4/2022).

Hikmahanto menjelaskan, target perang Putin pada awalnya adalah dalam rangka memastikan Ukraina tidak melakukan serangan terhadap masyarakat berbahasa dan berkebudayaan Rusia di wilayah Timur Ukraina yang melakukan tindakan separatis. Rusia menganggap serangan terhadap sebagian masyarakat di Donbass sebagai tindakan genosida oleh Ukraina.

Namun, target perang Rusia berganti. Hikmahanto menyebut Rusia ingin menangkap Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky.

"Target perang ini berubah satu hari kemudian menjadi menangkap Zelensky sebagai Presiden atau membuat Zelensky menyerah. Sehingga pemerintahan Ukraina kembali menjadi pro-Rusia," tuturnya.

"Target perang ini pun belakangan berubah seiring dengan bantuan senjata dan dana yang cukup besar dari AS dan sejumlah negara NATO ke Ukraina untuk menghadapi serangan Rusia. Rusia dikenakan sanksi ekonomi serta diupayakan agar dikeluarkan dalam berbagai organisasi dan forum internasional," sambung Hikmahanto.

Hikmahanto mengatakan Putin mungkin merasa bahwa negara-negara lain turut ingin menghancurkan Rusia dengan memberi mereka sanksi serta membantu Ukraina. Dengan demikian, Putin akan terus menggempur Ukraina untuk mengembalikan kemuliaan dan kebesaran Rusia.

"Besar kemungkinan bagi Putin ini berarti upaya untuk menghancurkan Rusia, sehingga perlawanan Rusia di Ukraina adalah dalam rangka mengembalikan kemuliaan dan kebesaran Rusia," jelasnya.

Simak video 'Putin Sebut Operasi Militer di Ukraina Untuk Tujuan Mulia':

[Gambas:Video 20detik]



Simak selengkapnya di halaman selanjutnya...