ADVERTISEMENT

Tajam Kritik Fadli Zon Lewat Puisi 'Brutus Pendusta dengan Big Data'

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 14 Apr 2022 04:33 WIB
Fadli Zon
Foto: Rakha Arlyanto Darmawan/detikcom

Fadli Zon, sebelum membuat puisi 'Brutus', pernah menanggapi isu perpanjangan pemilu. Konteksnya Fadli Zon menanggapi arahan Presiden Joko Widodo yang melarang menterinya membicarakan hal itu lagi.

"Itu sebuah langkah yang bijak karena pemilu itu sudah ada jadwalnya dan jadwal itu sudah disepakati oleh DPR maupun pemerintah, yaitu 14 Februari 2024," kata Fadli di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (6/4/2022).

Fadli Zon meminta menteri Jokowi berfokus pada program supaya seluruh program pemerintah Jokowi dapat terealisasikan hingga akhir jabatannya.


"Sebaiknya fokus saja para menteri adalah untuk menyelesaikan apa yang menjadi rencana program realisasi program-program ke depan. Waktunya kan tinggal sebentar lagi. Apa yang belum diimplementasikan yang menjadi target harus diselesaikan," ujarnya.

"Menurut saya, memang seharusnya demikian, jangan sampai waktu yang tinggal sedikit lagi di masa pemerintahan habis dengan kegaduhan yang sebenarnya merupakan pepesan kosong karena jadwal pemilu sudah ada," kata Fadli Zon.

Lebih lanjut, Fadli mengatakan apa yang disampaikan Jokowi menjadi bukti kalau tidak ada permintaan pemerintah terkait penundaan pemilu. Begitu juga dengan pribadi Jokowi. Dia percaya Jokowi tak punya niat menunda pemilu.

"Artinya selama ini Pak Jokowi sendiri pernyataannya kan tidak ada yang meminta penundaan itu yang saya tahu, dari menterinya kan yang meminta penundaan, kecuali dari beliau langsung, tetapi setahu saya tidak ada pernyataan dari Pak Jokowi itu," ujarnya.


(gbr/aik)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT