Kejari Tahan 2 Tersangka Dugaan Korupsi Bank BUMD Cilegon

ADVERTISEMENT

Kejari Tahan 2 Tersangka Dugaan Korupsi Bank BUMD Cilegon

M Iqbal - detikNews
Rabu, 13 Apr 2022 21:33 WIB
Kejari Cilegon menahan 2 tersangka kasus dugaan korupsi pada bank BUMD Pemkot Cilegon (dok Istimewa)
Kejari Cilegon menahan 2 tersangka kasus dugaan korupsi pada bank BUMD Pemkot Cilegon. (Foto: dok. Istimewa)
Cilegon -

Kejaksaan Negeri (Kejari) Cilegon menahan 2 tersangka kasus dugaan korupsi pada Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) Cilegon Mandiri. Keduanya ditahan terkait kasus pemberian fasilitas pembiayaan di bank milik Pemkot Cilegon tersebut.

Kedua tersangka itu adalah eks Direktur Bisnis Sumber Daya Insani periode 2018 Idar Sudarma dan Tenny Tania, yang saat itu menjabat Manajer Marketing. Sebelum ditahan, keduanya menjalani pemeriksaan di Kejari Cilegon sejak Rabu (13/4/2022) pagi tadi.

"Dari hasil penyidikan selama ini, didapatkan bukti permulaan yang patut untuk ditetapkan dua orang tersangka pada hari ini, yaitu IS selaku Direktur Bisnis Sumber Daya Insani dan Umum tahun 2018 sampai dengan sekarang. Beliau juga menjabat komite pembiayaan pada BPRS CM," kata Kasi Pidsus Kejari Cilegon Muhammad Ansari kepada wartawan, Rabu (13/4).

Jaksa mendalami kasus dugaan tidak pidana korupsi pemberian fasilitas pembiayaan oleh BPRS CM 2017-2021 ini sejak awal 2022 lalu. Puluhan saksi telah diperiksa dalam kasus tersebut, beberapa aset berupa rumah, tanah, dan kendaraan disita jaksa terkait kasus tersebut.

"Secara singkat, dari awal pembentukan BPRS CM ini yang merupakan BUMD telah menerima penyertaan modal secara bertahap dari Pemkot Cilegon yang hingga kini sebesar Rp 56 miliar lebih," ungkapnya.

Ansari mengatakan keduanya ditetapkan tersangka karena sudah memenuhi unsur Pasal 2 ayat (1) dan atau Pasal 3 juncto Pasal 18 UU Tipikor. Keduanya terbukti telah melawan hukum dengan menerima dan mengeluarkan uang dari BPRS-CM dengan menyalahi aturan yang ada.

"Sejak tahun 2017 bagaimana surat perintah penyelidikan kami sampai 2021 tersangka IS baik saat menjabat Manager Operasional saat itu atau yang saat sekarang menjabat selaku Direktur Bisnis Sumber Daya Insani dan Umum maupun Komite Pembiayaan," tuturnya.

"Dan tersangka TT yang saat itu menjabat Kabag Pembiayaan maupun saat menjabat Manager Marketing dan Komite Pembiayaan secara melawan hukum dan atau menyalahgunakan kewenangannya telah mendapatkan dan atau menerima dan atau mengeluarkan uang dari BPRS CM melalui jasa produk pembiayaan yang dijalankan oleh BPRS CM," lanjut Ansari.

Peran Kedua Tersangka

Peran kedua tersangka dalam tindak pidana korupsi tersebut yakni mengajukan, menerima, dan menyetujui fasilitas pembiayaan yang diajukan atas nama diri mereka sendiri. Bahkan, atas nama orang lain tanpa melalui prosedur yang ditetapkan.

"Kita temukan bahwa nama orang lain yang disebutkan dalam pembiayaan itu tidak mengetahui bahwa nama dan identitasnya digunakan dalam pembiayaan BPRS CM," jelasnya.

Jaksa masih menyelidiki kasus ini hingga tuntas, Ansari mengatakan pihaknya tak menutup kemungkinan akan menetapkan tersangka lain. Namun hal itu masih didalami penyidik siapa saja yang nantinya berperan dan bertanggung jawab atas pemberian fasilitas pembiayaan pada bank BUMD tersebut.

Lihat juga video 'Penampakan Duit Rp 54,2 M di Kasus Korupsi IM2 Indar Atmanto':

[Gambas:Video 20detik]



(jbr/jbr)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT