Walkot Cilegon Jelaskan Awal Mula Dugaan Korupsi Bank BUMD Diusut Jaksa

ADVERTISEMENT

Walkot Cilegon Jelaskan Awal Mula Dugaan Korupsi Bank BUMD Diusut Jaksa

M Iqbal - detikNews
Jumat, 07 Jan 2022 14:45 WIB
Wali Kota (Walkot) Cilegon Helldy Agustian saat ditemui di kantornya, Selasa (10/8/2021).
Wali Kota (Walkot) Cilegon Helldy Agustian. (M Iqbal/detikcom)
Cilegon -

Wali Kota Cilegon Helldy Agustian menjelaskan awal mula kasus dugaan korupsi di Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) Cilegon Mandiri diusut kejaksaan. Dia menyebut kasus ini diawali temuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Menurutnya, OJK menemukan indikasi ketidaksesuaian data di bank BUMD tersebut. Temuan OJK itu kemudian diserahkan ke Inspektorat Kota Cilegon untuk ditindaklanjuti.

"Intinya ini kan laporan dari OJK masuk ke Dirut baru, laporan OJK itu ditanggapi juga sama inspektur kemudian inspektur lapor juga ke BPKP (Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan)," kata Helldy kepada wartawan, Jumat (7/1/2021).

Helldy tak membeberkan secara gamblang apa temuan OJK itu. Menurutnya, temuan OJK itu terkait proses pembiayaan di PT BPRS Cilegon Mandiri.

"Memang sebenarnya dari laporan itu sudah otomatis menjadi tanggung jawab pemerintah, tapi kalau ranah hukum sudah itu kita serahkan ke penegak hukum," katanya.

Dia mengatakan Pemkot Cilegon tak akan ikut campur dalam proses pengusutan dugaan korupsi di BPRS. Pihaknya menyerahkan proses hukum ke Kejari Cilegon.

"Jadi kita mengikuti proses saja karena ini sudah ditangani Kejaksaan. Sekarang kan udah ranah hukum kita menunggu," ujarnya.

Sebelumnya, Kejari Cilegon mengusut dugaan korupsi di bank milik Pemkot Cilegon, PT Bank Pembiayaan Rakyat Syariah Cilegon Mandiri (BPRS). Direksi bank sudah diperiksa dalam kasus tersebut.

Pemeriksaan dilakukan sebelum penyidik menggeledah kantor bank pada Kamis (6/1). Dugaan korupsi itu kini di tahap penyidikan. Direksi diperiksa saat kasus tersebut pada tahap penyelidikan.

"Yang pasti, kami sudah periksa pihak-pihak BPRSCM, sudah pasti Dirut-lah yang bertanggung jawab dalam proses pembiayaan itu," kata Kasi Intel Kejari Cilegon Atik Ariyosa kepada wartawan, Jumat (7/1).

(haf/haf)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT