ADVERTISEMENT

Pecat Taruna yang Diduga LGBT, Gubernur Akpol Kalah di Tingkat Banding

Andi Saputra - detikNews
Senin, 11 Apr 2022 12:24 WIB
Ilustrasi LGBT
Ilustrasi (Andhika Prasetia/detikcom)
Jakarta -

Gubernur Akademi Polisi (Akpol) memecat seorang taruna inisial D karena dugaan LGBT. D tidak terima dan menggugat Gubernur Akpol ke pengadilan. Siapa nyana, D menang di tingkat banding.

Hal itu tertuang dalam putusan Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Semarang, Senin (11/4/2022). Di mana kasus bermula saat D diterima sebagai taruna Akpol pada 2019.

Pada akhir 2020, D chating dengan sesama taruna inisial A di aplikasi percakapan LINE. Obrolan ini berisi konten-konten lesbian, gay, biseksual dan transgender (LGBT). Selain itu, keduanya juga terlibat percakapan di Instagram.

Belakangan, percakapan di atas tercium pendidik di Akpol. Akhirnya D dan A diproses untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. Di tengah jalan, D menghapus isi chating tersebut.

Akhirnya, Gubernur Akpol memberhentikan dengan tidak hormat D dan A pada 10 Juni 2021. Gubernur Akpol beralasan D dan A terbukti melakukan perbuatan LGBT dan menghilangkan barang bukti.

D tidak terima dan mengajukan gugatan ke PTUN Semarang.

"Perbuatan Penggugat pada aplikasi Instagram yang membalas percakapan A hanyalah bermaksud untuk bercanda semata dengan menggunakan kata-kata yang tidak pantas, tidak ada maksud dan motif sebagai seorang LGBT, tidak melakukan secara nyata perbuatan LGBT, sehingga Penggugat tidak menikmati perbuatannya," ujar D dalam permohonannya.

D merasa dipaksa untuk mengakui perbuatan LGBT dengan A yang sebenarnya tidak D lakukan.

"Sehingga Keputusan tersebut mengandung cacat substansial dan harus dinyatakan batal atau tidak sah dan harus dicabut," pinta D.

Lalu apa alasan D menghapus chating di kasus itu?

"Atas tuduhan 'menghilangkan barang bukti' tersebut, tidaklah benar. Penggugat tidak menghilangkan barang bukti, penghapusan 'chat' dalam aplikasi 'Instagram' dan 'LINE' yang dilakukannya dikarenakan merasa terganggu dan tidak nyaman dengan percakapan yang menjurus pada topik LGBT yang dilakukan oleh A," demikian alasan D.



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT