ADVERTISEMENT

Duduk Perkara Pengusaha Lapor Bareskrim Gegara 2 Jam Rp 77 M Tak Dikirim

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 10 Apr 2022 04:00 WIB
Jam tangan Richard Mille, pembelinya merasa ditipu dan lapor ke polisi. (Repro detikcom)
Foto: Jam tangan Richard Mille, pembelinya merasa ditipu dan lapor ke polisi. (Repro detikcom)

Tony Tak Mau Ambil 2 Jam di Singapura

Richard Mille Jakarta mengatakan pengusaha Tony Sutrisno tak pernah melakukan transaksi pembelian dua jam senilai Rp 77 miliar ke pihaknya, melainkan ke Richard Mille Asia. Kuasa hukum Tony, Royandi Haichal, merespons bahwa pembelian dua jam itu seharusnya diterima di butik Richard Mille Jakarta.

"Pak Tony berpikir bahwa belinya di Jakarta, maka terima pun di Jakarta. Tidak ada kata terima di Singapura. Kalau mengenai pembayaran, mau ke Richard Mille di Swiss pun tidak jadi persoalan, tapi yang jelas beli di Jakarta, terima di Jakarta," kata Royandi kepada wartawan, Sabtu (9/4).

Royandi mengatakan pembelian kedua jam itu disaksikan langsung oleh empat orang staf Richard Mille Jakarta di butiknya yang berada di Grand Hyatt Jakarta. Tony saat itu diterima langsung oleh terlapor Richard Lee selaku brand manager Richard Mille Asia.

"Ibu Yullie di detikcom kan ngomong bahwa Pak Tony itu tidak pernah beli dari Richard Mille Jakarta, PT apa, indo apa, gimana nggak beli? Wong Tony deal-nya saja diterima Richard Lee aja di Richard Mille gerainya di Jakarta, disaksikan oleh Ibu Dian (senior staf Richard Mille Jakarta), ibu siapa, Stefani, pokoknya stafnya ada 4 orang yang mengetahui. Deal-nya di Jakarta, kan itu kan bujuk rayu dari Richard Lee dari Noerdin Cuaca. Jadi Noerdin Cuaca itu menyuruh Richard Lee untuk Tony supaya beli," katanya.

Tentang 2 Jam Seharga Rp 77 M

Dua jenis jam tangan Richard Mille itu diungkapkan oleh kuasa hukum Tony Sutrisno bernama Royandi Haichal dalam konferensi pers di Jakarta Selatan, Kamis (31/3) lalu.

"Nilainya untuk yang Black Sapphire harganya Rp 28 miliar, Blue Sapphire Rp 49 miliar, jadi totalnya sekitar Rp 77 miliar," kata Royandi Haichal saat itu.

Pertama, seri RM 57-03 WG Black Sapphire Dragon. Dari video yang dikirimkan pihak Tony Sutrisno, terlihat warna dominan jam ini memang hitam dengan aksen emas. Glamor!

Bingkai atau bezel Black Sapphire Dragon ini berbentuk kotak namun melengkung cenderung lonjong. Bezel berwarna hitam mengkilat, bezel dengan ukuran lebih kecil berwarna emas. Ada tulisan 'Richard Mille' dengan huruf kapital semua di bagian atas sisi dalam bezel.

Muka piringan (dial) jam ini berbentuk naga. Wujudnya adalah patung naga yang sangat detail. Warna naga ini adalah emas dengan aksen merah di lidah. Jarum penunjuk waktu juga berwarna emas. Kepala gigi (crown) berbentuk bak kubah dengan ujung melancip, warnanya hitam.

Penutup bagian belakangnya transparan. Dengan bahan transparan sebagai penutup belakang, pergerakan gir-gir mesin ini dapat terlihat. Tali jam (strap) ini berwarna hitam. Jam ini seharga Rp 28 miliar.

"Black Sapphire ini hanya ada dua di dunia," kata Royandi.

Jam RM 56-02 Blue Sapphire Unique Piece ini berwarna lebih cerah ketimbang yang satunya. Jam ini juga lebih mahal karena dibeli Tony Sutrisno dengan harga Rp 49 M.

Bentuk bingkai (bezel) jam ini sama dengan yang pertama, yakni kotak cenderung oval, namun warna dominan adalah biru terang mengarah ke transparan. Ada 12 sekrup warna perak di bingkainya.

Muka piringan (dial) jam ini juga transparan sama sekali. Jarum jam berwarna perak terlihat seolah bersatu dengan mesin di belakangnya, terlihat seperti mengambang di air biru.

Kepala gigi (crown) dan tali (strap) jam ini berwarna dominan putih. Penutup belakangnya transparan dengan tulisan 'Richard Mille' huruf kapital semua, di bawahnya ada tulisan 'Piece Unique'.

"Blue Sapphire ini satu-satunya di dunia," kata Royandi.

Saksikan juga: Kisah CEO Mahdi, Ada Kemuliaan di Bisnis Minuman Kekinian

[Gambas:Video 20detik]




(azh/azh)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT