ADVERTISEMENT

Pengusaha Beli Jam Rp 77 M Jawab Richard Mille: Beli di DKI, Terima di DKI

Azhar Bagas Ramadhan - detikNews
Sabtu, 09 Apr 2022 11:25 WIB
Kuasa Hukum Tony Sutrisno, Royandi Haichal,
Kuasa hukum Tony Sutrisno, Royandi Haichal (Foto: dok. Istimewa)
Jakarta -

Richard Mille Jakarta mengatakan pengusaha Tony Sutrisno tak pernah melakukan transaksi pembelian dua jam senilai Rp 77 miliar ke pihaknya, melainkan ke Richard Mille Asia. Kuasa hukum Tony, Royandi Haichal, merespons bahwa pembelian dua jam itu seharusnya diterima di butik Richard Mille Jakarta.

"Pak Tony berpikir bahwa belinya di Jakarta, maka terima pun di Jakarta. Tidak ada kata terima di Singapura. Kalau mengenai pembayaran, mau ke Richard Mille di Swiss pun tidak jadi persoalan, tapi yang jelas beli di Jakarta, terima di Jakarta," kata Royandi kepada wartawan, Sabtu (9/4/2022).

Royandi mengatakan pembelian kedua jam itu disaksikan langsung oleh empat orang staf Richard Mille Jakarta di butiknya yang berada di Grand Hyatt Jakarta. Tony saat itu diterima langsung oleh terlapor Richard Lee selaku brand manager Richard Mille Asia.

"Ibu Yullie di detikcom kan ngomong bahwa Pak Tony itu tidak pernah beli dari Richard Mille Jakarta, PT apa, indo apa, gimana nggak beli? Wong Tony deal-nya saja diterima Richard Lee aja di Richard Mille gerainya di Jakarta, disaksikan oleh Ibu Dian (senior staf Richard Mille Jakarta), ibu siapa, Stefani, pokoknya stafnya ada 4 orang yang mengetahui. Deal-nya di Jakarta, kan itu kan bujuk rayu dari Richard Lee dari Noerdin Cuaca. Jadi Noerdin Cuaca itu menyuruh Richard Lee untuk Tony supaya beli," katanya.

Selanjutnya, Royandi menganggap tepisan penipuan oleh Richard Mille Jakarta itu merupakan kebohongan besar dan pencemaran nama baik. Dia mengatakan kliennya bertransaksi sejak 2014 selalu dilakukan di butik Richard Mille Jakarta.

"Jadi beli, oke harga, kemudian diundang di Richard Mille di butiknya RM Jakarta, deal pun di situ. Disaksikan staf oleh empat orang menyaksikan pembelian dua jam itu, jadi bohong besar, pencemaran nama baik, namanya customer VVIP ada barang baru ditawarkan, Pak Tony oke, mau, tidak pernah di luar butik Richard Mille Jakarta deal harga, terima pun tidak pernah di luar butik Richard Mille Jakarta," ujarnya.

Mengenai pembayaran, Royandi menegaskan setiap pembayarannya Tony selalu diarahkan Richard Lee. Pada intinya, Tony selalu menerima barang itu di butik Richard Mille Jakarta.

"Ya pokoknya gini, setiap kali pembayaran itu sesuai perintah dari Richard Lee, deal harga di gerai Richard Mille Jakarta, terima juga di gerainya butiknya Richard Mille Jakarta. Itu berjalan dari pembelian pertama sampai yang ke-21. Iya, jadi gini, saya sudah beli di situ (butik Richard Mille Jakarta), sampai 21 pembelian deal harga di situ, terima jam segitu. Nah, pembelian ke-21 nggak pernah dibicarakan masalah terimanya di mana, karena sudah biasa terimanya di Jakarta, bayar sesuai perintah Richard Lee," katanya.

Sebelumnya, pengusaha Tony Sutrisno mengaku merasa ditipu saat membeli dua jam tangan mewah Richard Mille senilai Rp 77 miliar. Pimpinan PT Royal Mandiri Internusa sebagai operator butik Richard Mille Jakarta, Yullie, menepis tuduhan penipuan tersebut.

Dia menegaskan tuduhan Tony atas pembelian itu menyesatkan. Menurutnya, Tony tidak membelinya dari Richard Mille Jakarta.

"Bahwa perlu kami sampaikan bahwa Saudara Tony Trisno tidak pernah membeli dari PT Royal Mandiri Internusa (Richard Mille Jakarta) dua jam tangan Richard Mille tipe RM 56-02 Blue Sapphire Unique Piece dan tipe RM 57-03 WG Black Sapphire Dragon," kata Yullie dalam keterangan tertulis, Jumat (8/4).

"Karenanya, PT Royal Mandiri Internusa (Richard Mille Jakarta) juga tidak pernah menerima pembayaran harganya dari Saudara Tony Trisno, apalagi dalam mata uang dolar Singapura," tambahnya.

Yullie mengatakan pihaknya juga telah menghadiri pemeriksaan sebagai saksi oleh Bareskrim pada 23 Agustus 2021. Pemeriksaan itu berdasarkan undangan Nomor: B/3632/VIII/2021Dittipidum Tanggal 23 Agustus 2021 dan Nomor: B/7918/XII/RES.1.11/2021/Dittipideksus Tanggal 8 Desember 2021.

"Kami PT Royal Mandiri Internusa (Richard Mille Jakarta) telah hadir memenuhi undangan sebagai saksi dan memberikan klarifikasi mengenai kejadian yang sesungguhnya," katanya.

Richard Mille Jakarta Merasa Difitnah

Selanjutnya, Yullie mengatakan pelaporan yang dilayangkan Tony ke Bareskrim masih pada tahap penyelidikan. Dia mengatakan laporan itu adalah upaya fitnah dan pencemaran nama baik.

"Sampai saat ini, laporan polisi dari Saudara Tony Trisno masih dalam tahap penyelidikan. Karena itu, tuduhan-tuduhan yang menyatakan PT Royal Mandiri Internusa atau Richard Mille Jakarta telah melakukan penipuan jelas merupakan fitnah dan pencemaran nama baik," katanya.

Yullie mengatakan Tony sebenarnya membeli dua jam tersebut dari Richard Mille Asia Pte Ltd di Singapura. Dia mengaku mengetahui hal itu dari surat keterangan Richard Mille Asia Pte Ltd tertanggal 2 September 2021 yang dibuat di hadapan Lee Meng Mew, notaris publik di Republik Singapura.

Simak juga 'Pria Tasikmalaya Tipu Gadis dan Janda Lewat Aplikasi Kencan':

[Gambas:Video 20detik]





ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT