ADVERTISEMENT

Duduk Perkara Pengusaha Lapor Bareskrim Gegara 2 Jam Rp 77 M Tak Dikirim

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 10 Apr 2022 04:00 WIB
Jam tangan Richard Mille, pembelinya merasa ditipu dan lapor ke polisi. (Repro detikcom)
Foto: Jam tangan Richard Mille, pembelinya merasa ditipu dan lapor ke polisi. (Repro detikcom)
Jakarta -

Perkara dua jam tangan mewah senilai Rp 77 miliar kini masih diselidiki oleh Bareskrim Polri. Kedua jam merek Richard Millie itu hingga kini tak sampai-sampai ke tangan pembeli.

Pembeli tersebut diketahui seorang pengusaha Tony Sutrisno yang merasa ditipu, karena dua jam yang ia pesan pada 2019 dan dijanjikan rampung 2021 tak kunjung tiba.

Tony akhirnya melaporkan brand manager Richard Mille Asia, Richard Lee ke Bareskrim Polri. Tony disebut selalu bertransaksi dengan Richard Lee di butik Richard Mille Jakarta, tepatnya di Grand Hyatt.

Sebanyak 21 transaksi jam telah dilancarkan Richard Lee kepada Tony tanpa kendala. Pada terakhir kalinya, dua transaksi yakni RM 57-03 WG Black Sapphire Dragon, seharga Rp 28 miliar dan RM 56-02 Blue Sapphire Unique Piece dengan harga Rp 49 miliar, tak berjalan mulus.

Richard Mille Jakarta telah buka suara mengenai kasus ini. Pimpinan PT Royal Mandiri Internusa Yullie, menepis soal tudingan penipuan yang dilontarkan Tony itu. Yullie menyebut Tony tak membeli kedua jam itu di Richard Mille Jakarta.

"Bahwa namun demikian perlu kami sampaikan bahwa Saudara Tony Trisno tidak pernah membeli dari PT Royal Mandiri Internusa (Richard Mille Jakarta) dua jam tangan Richard Mille tipe RM 56-02 Blue Sapphire Unique Piece dan tipe RM 57-03 WG Black Sapphire Dragon," kata Yullie dalam keterangan tertulis, Jumat (8/4/2022).

Yullie juga menyebut pihaknya telah memehi pemeriksaan penyidik Bareskrim atas laporan yang dilayangkan Tony pada 23 Agustus 2021. Adapun laporan Tony itu dibuat pada 28 Juni 2021 teregister pada nomor STTL/265/VIL2021/BARESKRIM.

Yullie menyebut kedua jam tersebut berada di Richard Mille Singapura dan mempersilakan Tony untuk mengambilnya. Namun, Tony tak mau mengambil di Singapura. Pasalnya, selama bertransaksi, Tony selalu melakukannya di butik Richard Mille Jakarta di Grand Hyatt.

Bareskrim Segera Ungkap Hasil Penyelidikan

Bareskrim Polri tengah menyelidiki dugaan penipuan pembelian dua buah jam Richard Mille senilai Rp 77 miliar. Dalam waktu dekat, polisi bakal mengungkap hasil penyelidikan ini.

"Masih penyelidikan, dalam waktu dekat kami akan gelarkan hasil penyelidikannya," kata Dirtipideksus Brigjen Whisnu Hermawan saat dimintai konfirmasi, Sabtu (9/4).

Whisnu juga sempat menyebut Richard Lee berada di luar negeri. Pihaknya juga tengah berkoordinasi dengan Interpol dalam hal ini.

Simak fakta lain di halaman berikutnya..

Saksikan juga: Kisah CEO Mahdi, Ada Kemuliaan di Bisnis Minuman Kekinian

[Gambas:Video 20detik]



ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT