Bamsoet Dorong Perguruan Tinggi Genjot Mutu Pendidikan Lewat TI

Inkana Izatifiqa R Putri - detikNews
Jumat, 08 Apr 2022 17:35 WIB
Ketua MPR Bambang Soesatyo
Foto: Dok. MPR
Jakarta - Ketua MPR RI Bambang Soesatyo mengapresiasi penandatanganan nota kesepahaman antara Universitas Perwira Purbalingga dengan Universitas Terbuka. Adapun nota kesepahaman ini bertujuan untuk mengoptimalisasi peran dan kontribusi perguruan tinggi melalui implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi dengan memanfaatkan kemajuan teknologi informasi

"Kerja sama ini tidak hanya bermanfaat bagi Universitas Perwira Purbalingga dan Universitas Terbuka. Namun juga menjadi wujud kontribusi dari masing-masing kampus dalam membangun ekosistem pendidikan tinggi yang maju dan berkualitas. Optimisme tersebut didasarkan pada keselarasan visi misi yang dimiliki oleh kedua kampus, yang sama-sama mengedepankan optimalisasi peran ilmu pengetahuan dan teknologi, berwawasan global dengan tetap menjunjung tinggi penghormatan terhadap kearifan lokal, berorientasi pada peningkatan mutu pendidikan tinggi, serta mendayagunakan hasil kajian akademis untuk didedikasikan bagi kepentingan bangsa dan negara," ujar Bamsoet dalam keterangannya, Jumat (8/4/2022).

Hal ini ia sampaikan usai menyaksikan penandatanganan nota kesepahaman antara UNPERBA dengan Universitas Terbuka, secara virtual dari Jakarta. Lebih lanjut, Pembina Yayasan Perguruan Karya Bhakti Purbalingga ini menjelaskan nota kesepahaman tersebut juga menjadi sarana implementasi konsep merdeka belajar, yakni menekankan proses pembelajaran yang memberikan kesempatan dan akses pendidikan terbuka bagi masyarakat. Sebab, Bamsoet menilai pemanfaatan teknologi harus menjadi media yang dapat menopang penyelenggaraan pendidikan, khususnya di tengah era digitalisasi saat ini.

"Sehingga hambatan jarak, ruang dan waktu, tidak lagi menjadi persoalan. Universitas Terbuka sebagai perguruan tinggi yang berdiri sejak tahun 1984 dengan mengedepankan platform pendidikan terbuka dan jarak jauh, memiliki banyak pengalaman berharga yang dapat dimanfaatkan untuk pengembangan sistem pendidikan berbasis teknologi informasi. Khususnya bagi perguruan tinggi yang belum lama didirikan seperti Universitas Perwira Purbalingga," jelas pendiri Universitas Perwira Purbalingga tersebut.

Di samping itu, sinergi ini juga menjadi landasan bagi pengembangan kerja sama di berbagai bidang dalam meningkatkan kualitas pendidikan tinggi. Sebab, pendidikan tinggi memiliki berbagai tantangan yang dihadapi. Hal ini meliputi keterbatasan aksesibilitas pembelajaran, serta kemampuan perguruan tinggi menghasilkan alumni berkualitas dan berdaya saing global.

"Salah satu agenda pokok dan prioritas pembangunan nasional 2020-2024 adalah peningkatan sumber daya manusia yang berkualitas dan berdaya saing. Perhatian pada kiprah perguruan tinggi telah menjadi keniscayaan, karena perguruan tinggi adalah institusi primer penghasil sumber daya manusia pembangunan. Sebagai pencetak generasi penerus yang akan melanjutkan laju estafet pembangunan nasional, perguruan tinggi adalah tumpuan bagi kemajuan bangsa," kata Bamsoet.

Wakil Ketua Umum Pemuda Pancasila ini menyampaikan saat ini, tingkat pendidikan penduduk Indonesia mayoritas masih didominasi oleh penduduk berpendidikan rendah. Di tahun 2021, jumlah penduduk yang menyelesaikan pendidikan pada sekolah menengah atau sederajat tercatat sebesar 29,21 persen, sedangkan lulusan perguruan tinggi hanya 9,67 persen.

Meski jumlahnya terus meningkat secara konsisten, Bamsoet menyebut gambaran statistik tersebut masih menandakan banyaknya hal yang perlu diupayakan untuk meningkatkan angka partisipasi.

"Pemerataan akses pendidikan tinggi mengamanatkan bahwa pendidikan tinggi harus dapat dijangkau dan diakses oleh sebesar-besarnya masyarakat, dan bukan menjadi barang eksklusif yang hanya dapat dinikmati oleh sebagian kelompok masyarakat. Karena pada prinsipnya, hak untuk mendapatkan pendidikan adalah hak setiap warga negara yang dijamin dan dilindungi oleh Konstitusi, sebagaimana ditekankan dalam Pasal 28 C ayat 1, Pasal 28 E ayat 1, dan Pasal 31 ayat 1 UUD NRI Tahun 1945," pungkas Bamsoet.

Sebagai informasi, acara ini turut dihadiri jajaran rektor Universitas Perwira Purbalingga, antara lain Rektor Teguh Djuharyanto, Wakil rektor I Eming Sudiana, Wakil Rektor II Suprapto, Pembina Yayasan Perguruan Karya Bhakti Purbalingga Ritno Hendro Irianto dan Ketua Yayasan Perguruan Karya Bhakti Purbalingga Wisnudi Bargowo. Sementara jajaran rektorat Universitas Terbuka yang hadir antara lain, Rektor Ojat Darojat, Wakil Rektor I Mohamad Yunus, Wakil Rektor II Ali Muktiyanto, Wakil Rektor III Adi Winata, Wakil Rektor IV Rahmat Budiman, serta Dekan FHISIP Sofjan Aripin. Hadir pula Bupati Kabupaten Agam Andri Warman. (akn/ega)