Bamsoet Ajak Mahasiswa Universitas Terbuka Miliki Jiwa Wirausaha

Dea Duta Aulia - detikNews
Selasa, 29 Mar 2022 20:05 WIB
MPR
Foto: MPR
Jakarta -

Ketua MPR RI Bambang Soesatyo bersama selebritis sekaligus entrepreneur Bambang Reguna Bukit alias Bams 'Samsons' mengadakan kuliah umum bagi para mahasiswa di Universitas Terbuka. Kuliah umum kali ini dilakukan dengan tujuan untuk membangkitkan jiwa entrepreneurship kepada para mahasiswa.

Sebab jika mengacu pada riset Richard Andrew menunjukkan 40,6 persen kendala mahasiswa dalam melakukan wirausaha adalah tidak adanya modal. Sebanyak 34,4 persen tidak ada keberanian untuk mengambil resiko, serta 9,4 persen merasa tidak mempunyai jiwa wirausaha, lainnya disebabkan tidak adanya partner dan situasi yang belum memungkinkan.

"Hasil penelitian tersebut sangat bisa dipatahkan. Sebagai contoh, pada saat menjadi mahasiswa di Universitas Jayabaya, tanpa modal saya bisa memulai usaha menjual pisang goreng hingga kaos dengan keuntungan yang lumayan," kata Bamsoet dalam keterangan, Selasa (29/3/2022).

Bamsoet menambahkan untuk menjadi entrepreneurship handal perlu dibekali dengan kejelian dalam melihat peluang. Ia mencontohkan, waktu dulu ketika Pasar Induk Kramat Jati dibuka, dirinya melihat peluang untuk menjadi pemasok di pasar tersebut.

"Saat menjadi wartawan dan meliput pembukaan pasar induk Kramat Jati, saya mengetahui dari pedagang bahwa mereka mengambil barang dari Bekasi. Lantas saya menawarkan diri untuk menjadi pemasok mereka. Para pedagang menyetujui sepanjang harganya lebih murah atau sama dari pemasok lainnya. Dengan menyewa kendaraan pick up, setiap pagi dini hari saya bolak-balik dari Bekasi ke Pasar Induk. Keuntungan yang didapat sangat lumayan. Jadi sebenarnya alasan modal tidak boleh menjadi alasan untuk memulai usaha," ujar Bamsoet.

Ia menambahkan, kisah serupa pun turut dialami oleh Bams 'Samson'. Kala itu, Bams 'Samson' memulai karirnya sebagai musisi grup band Samson. Tidak hanya sekedar bermusik, Bams dan kawan-kawannya juga membuat perusahaan yang memproduksi musik dan memberikan lisensi kepada label untuk mendistribusikan karya yang mereka hasilkan. Menjadikan Samsons bukan hanya sekedar menjadi band, melainkan juga sudah menjadi perusahaan yang berbisnis di industri musik.

"Setelah tidak lagi bersama Samsons, Bams tetap aktif di dunia usaha dengan memiliki bisnis di bidang furniture dan kesehatan. Ia juga menjadi co-founder dari The Fit Company, perusahaan yang fokus pada produk terkait gaya hidup sehat dan aktif. Bisnisnya dimulai dari nol. Bahkan Bams merasakan menjadi trainer, kasir sampai sales untuk memajukan berbagai usahanya," kata Bamsoet.

Pada saat ini sudah cukup banyak kisah sukses mahasiswa dalam bidang kewirausahaan, baik dari program pemerintah atau perguruan tinggi. Faizal Hidayat mahasiswa asal Kabupaten Brebes yang lulus dari Universitas Negeri Semarang (UNNES) dengan studi Teknik Elektro pada tahun 2013 dengan modal Rp 1,3 juta untuk menyewa sebuah kios yang akan dijadikan kafe, dan pada tahun 2017 sudah mencapai 20 outlet dengan omzet Rp 400 juta.

"Samsul Arifin, seorang pedagang sayur di Pasar Blok A Jakarta Selatan. Saat berusia 20 tahun, dengan modal Rp 1 juta saja kini omzetnya mencapai Rp 185 juta perbulan. Hingga saat ini, Samsul menjalankan bisnisnya dibantu oleh 5 orang karyawan. Dengan ketekunannya, bisnisnya kini tidak hanya mampu membiayai kuliahnya saja, namun kini dia telah mampu pula membeli mobil, motor, tanah, dan membangunkan rumah untuk ibunya tercinta," ujarnya.

Contoh lainnya yakni Wenas Agusetiawan, Dimas Surya Yaputra, Mikhael Gaery Undarsa, dan Natali Ardianto mendirikan situs booking pesawat, hotel, kereta api, dan event Tiket.com saat mereka berusia antara 22 hingga 26 tahun pada Agustus 2011 silam. Saat ini tiket.com menjadi salah satu aplikasi travel agent teramai kedua di Indonesia.

"Salah satu merek sepatu terkenal juga dirintis sejak masih mengikuti perkuliahan di kampus. Yukka Harlanda dan Putera Dwi Kurnia berhasil membangun Brodo Footwear semenjak masih kuliah. Kisah sukses tersebut dimulai dari pencarian sepatu yang murah untuk kalangan mahasiswa. Mereka memesan sepatu dari pengrajin dan kemudian memamerkan desain pada teman-temannya. Dengan desain yang menarik, kini Brodo sudah mempunyai cabang 4 kota besar Indonesia, yaitu Jakarta, Bandung, Bekasi, dan Surabaya serta menghasilkan omzet miliaran rupiah tiap bulannya. Untuk memulai sebuah usaha perlu keberanian dan keuletan, pantang menyerah dan pandai mencari peluang serta mampu memecahkan masalah," katanya.

Selain menceritakan beragam kisah inspiratif entrepreneur muda, Bamsoet mengatakan Pemerintah Indonesia saat ini telah memiliki sejumlah fasilitas yang bisa dimanfaatkan oleh anak mudah untuk berwirausaha.

"Pemerintahan Presiden Joko Widodo juga terus memberikan berbagai fasilitas. Antara lain melalui Peraturan Presiden Republik Indonesia Nomor 2 Tahun 2022 tentang Pengembangan Kewirausahaan Nasional Tahun 2021-2024, yang menjadi pedoman bagi kementerian/lembaga, Pemerintah Daerah, dan Pemangku Kepentingan dalam melakukan Pengembangan Kewirausahaan Nasional yang ditetapkan untuk periode tahun 2021-2024. Kemudahan tersebut mencakup pendaftaran perizinan secara elektronik, fasilitasi standardisasi dan sertifikasi dalam negeri dan untuk ekspor, akses pembiayaan dan penjaminan, dan pengutamaan dalam pengadaan barang dan jasa pemerintah, serta pengutamaan dalam akses pasar digital Badan Usaha Milik Negara (BUMN)," tutupnya.

(ega/ega)