Cerita Fadjroel soal Jokowi Setia Agenda Reformasi-Jabatan Presiden 2 Periode

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 07 Apr 2022 22:16 WIB
Jubir Presiden Jokowi, Fadjroel Rachman
Fadjroel Rachman. (Foto: Sekretariat Kabinet)
Jakarta -

Mantan juru bicara Presiden Joko Widodo (Jokowi), Fadjroel Rachman mengenang awal mula berkawan dengan Jokowi. Fadroel mengatakan sejak dulu Jokowi merupakan sosok yang setia dengan agenda reformasi, termasuk jabatan presiden 2 periode.

Fadroel awalnya menceritakan saat dirinya memperjuangkan pembatasan masa jabatan presiden 2 periode kala memimpin mahasiswa di ITB dan UI. Saat itu, Fadjroel menjadi eksponen reformasi, sekaligus korban Orde Baru.

"Saya dibuang ke Nusakambangan kemudian dijebloskan ke penjara Sukamiskin dimana Bung Karno dipenjarakan Belanda karena melawan rezim kolonial," kata Fadjroel dalam keterangannya, Kamis (7/4/2022).

Dia kemudian mengenang kala berkawan dengan Jokowi ketika masih menjabat Wali Kota Solo. Fadjroel mengingat saat mendorong Jokowi maju di Pilgub DKI Jakarta.

"Tahun 2012 saya salah satu yang ikut mengajak beliau ikut berpartisipasi dalam pemilihan gubernur DKI karena saya melihat beliau sebagai sosok yang bersih dan memiliki visi besar untuk menuntaskan agenda reformasi," ucapnya.

Setelahnya, Fadjroel menjadi timses Jokowi di Pilpres 2014 dan 2019, sampai akhirnya dia ditunjuk sebagai juru bicara presiden tahun 2019 sampai 2021. Perjalanan politik itu, membuat Fadjroel mengenal sosok Jokowi yang setia pada agenda reformasi.

"Sebelum saya berangkat ke Kazakhstan untuk menjalankan tugas sebagai duta besar, beliau memanggil saya ke Istana Merdeka. Dalam pertemuan tersebut, beliau sempat mengulangi lagi apa yang disampaikan ke saya saat awal menjadi Jubir Presiden, bahwa beliau setia pada agenda reformasi, seperti pembatasan masa jabatan presiden dua periode, pemilihan presiden secara langsung, dan kepala daerah dipilih secara langsung. Oleh karena itu, saya yakin Presiden Jokowi tegak lurus reformasi," katanya.

Fadjroel kemudian menekankan lagi, jabatan presiden 2 periode harga mati. Dia mengapresiasi Jokowi yang meminta pembantunya berhenti menyuarakan penundaan dan perpanjangan pemilu.

"Sebagai eksponen reformasi 1998, saya mengapresiasi keputusan tegas Presiden Jokowi di rapat kabinet kemarin. Presiden meminta dengan tegas kepada seluruh menterinya agar berhenti menyuarakan urusan penundaan dan perpanjangan pemilu. Keputusan Jokowi tersebut senafas dengan pandangan saya bahwa dua periode harga mati," katanya.

(idn/fas)