Guru Besar UI Anggap Zelensky Frustrasi Tantang PBB Bubar Jika Tak Bertindak

Adhyasta Dirgantara - detikNews
Kamis, 07 Apr 2022 06:44 WIB
Guru Besar Hukum Internasional UI Hikmahanto Juwana dalam diskusi Warga Tanpa Warga Negara di kantor Para Syndicate, Jakarta, Jumat (19/8/2016)
Foto: Guru besar UI Hikmahanto Juwana (Ari Saputra)
Jakarta -

Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menantang Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk segera bertindak terhadap Rusia, atau membubarkan diri saja. Guru Besar Hukum Internasional Universitas Indonesia (UI) Hikmahanto Juwana menyebut Zelensky frustrasi.

"Ya saya bisa memahami kefrustrasian Presiden Zelensky," ujar Hikmahanto saat dihubungi, Rabu (6/4/2022).

Hikmahanto menjelaskan Rusia memiliki hak veto di PBB sehingga PBB kesulitan untuk bertindak secara efektif. Dia menyebut posisi Rusia di PBB ini membuat desakan Zelensky itu merepotkan.

"Hanya saja di Dewan Keamanan PBB kan ada Rusia yang punya hak veto. Jadi ini yang menjadi penghalang bagi PBB untuk bertindak secara efektif. Ini repotnya kalau yang dituduh bersalah adalah anggota tetap DK PBB," tuturnya.

Maka dari itu, Hikmahanto menilai permintaan Zelensky itu sulit dilakukan. Dia menjelaskan, apabila satu saja negara pemegang hak veto tak setuju, maka PBB tak mungkin dibubarkan.

"Jadi menghadapi 5 negara anggota tetap kalau berkonflik tidak mudah. Kalau mau dibubarkan juga mau bagaimana, kalau yang pegang veto tidak setuju," imbuh Hikmahanto.

Sebelumnya, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy menantang Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk "bertindak segera" terhadap Rusia atau "membubarkan diri Anda". Hal itu disampaikannya dalam pidatonya secara virtual di depan Dewan Keamanan PBB pada Selasa (5/4) waktu setempat, di mana dia menunjukkan rekaman mengerikan mayat-mayat - termasuk anak-anak - yang disebutnya merupakan korban kekejaman Rusia.

Dilansir dari kantor berita AFP, Rabu (6/4), Zelensky menyamakan tindakan pasukan Rusia di Bucha dan kota-kota Ukraina lainnya dengan kekerasan yang dilakukan oleh "teroris" seperti kelompok ISIS. Zelensky pun meminta Dewan Keamanan PBB beranggotakan 15 negara - yang bertujuan untuk memastikan perdamaian dan keamanan internasional - agar mengusir Rusia "sehingga tidak dapat memblokir keputusan tentang agresinya sendiri, perangnya sendiri".

Diketahui bahwa Rusia, sebagai salah satu dari lima anggota tetap DK PBB, memiliki hak veto, yang telah berulang kali digunakan untuk menggagalkan resolusi dan negosiasi di badan dunia itu. Itu artinya, Rusia ia tidak dapat dikeluarkan dari badan dunia tersebut, karena Rusia akan memveto setiap pemungutan suara atau rekomendasi dari Dewan Keamanan untuk mengeluarkannya.

"Jika tidak ada alternatif ... maka opsi selanjutnya adalah membubarkan diri Anda semuanya," cetus Zelensky.

"Bapak dan Ibu, apakah Anda siap untuk menutup PBB? ... Jika jawaban Anda tidak, maka Anda harus segera bertindak," lanjutnya.

Simak Video 'Zelensky Pertanyakan Sikap PBB atas Invasi Rusia ke Ukraina':

[Gambas:Video 20detik]



(drg/zak)