ADVERTISEMENT

KPK soal Jaksa Disanksi Etik Karena Selingkuh: Petik Pelajaran Bersama

Azhar Bagas Ramadhan - detikNews
Rabu, 06 Apr 2022 11:43 WIB
Ali Fikri
Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri (Foto: Ari Saputra/detikcom)
Jakarta -

Jaksa KPK berinisial D ketahuan selingkuh dengan seorang wanita berinisial S yang bekerja sebagai admin di KPK. Keduanya pun disanksi etik oleh Dewan Pengawas (Dewas) KPK.

Plt Juru Bicara KPK Ali Fikri meminta semua pihak menghormati putusan Dewas KPK itu. Diketahui bila perselingkuhan D dan S awalnya dilaporkan oleh suami S ke Dewas KPK.

"Kami menyerahkan sepenuhnya proses penegakan kode etik Insan KPK kepada Dewan Pengawas. Hal ini sebagaimana kewenangan dan tugas Dewas yang diatur dalam Pasal 37B UU KPK," kata Ali kepada wartawan, Rabu (6/4/2022).

"KPK mengajak semua pihak untuk menghormati proses dan putusannya, sekaligus memetik pelajaran untuk perbaikan kita bersama ke depannya," imbuhnya.

Ali mengklaim bila putusan Dewas KPK adalah bentuk komitmen KPK. Dia menyinggung perihal transparansi.

"Sanksi dan hukuman yang diberikan kepada para pegawai yang melanggar tersebut adalah bentuk zero tolerance KPK terhadap perbuatan-perbuatan yang melanggar kode etik KPK. KPK juga terus berkomitmen untuk menjunjung tinggi asas transparansi dalam penegakan kode etik ini. Kami berharap, upaya mitigasi dan pencegahan bisa diterapkan agar pelanggaran-pelanggaran etik tidak kembali terjadi," kata Ali.

Putusan Dewas KPK

Kasus perselingkuhan ini diproses etik oleh majelis etik Dewas KPK yang diketuai Tumpak H Panggabean dibantu Indriyanto Seno Adji dan Syamsuddin Haris. Putusan perkara itu diketok pada 7 Maret 2022 yang kemudian dibacakan putusannya pada Kamis, 10 Maret 2022.

Namun informasi mengenai persidangan ini tidak pernah disampaikan ke publik oleh KPK maupun Dewas KPK. Padahal dari salinan petikan putusan yang didapat disebutkan bila putusan dibacakan dalam persidangan yang terbuka untuk umum. Tiba-tiba baru pada pekan ini muncul adanya salinan putusan perkara itu yang dibenarkan oleh Syamsuddin Haris.

"Ya benar," ucap Syamsuddin Haris pada Selasa (5/4/2022).

Baik D maupun S dinyatakan terbukti bersama-sama bersalah melakukan perbuatan perselingkuhan dan melanggar nilai dasar integritas sebagaimana Pasal 4 ayat (1) huruf n Perdewas Nomor 3 Tahun 2021.

Jaksa D lantas dikembalikan ke institusi asalnya yaitu Kejaksaan Agung (Kejagung). Sedangkan S diproses internal secara disiplin oleh KPK.

(dhn/imk)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT