Polisi Periksa 4 Saksi Terkait Dugaan Penimbunan Solar di Jakbar

Antara - detikNews
Selasa, 05 Apr 2022 19:21 WIB
Kodim 0503 Jakarta Barat menggerebek TPA diduga tempat penimbunan solar di Kembangan, Rabu (30/3/2022).
Kodim 0503 Jakarta Barat menggerebek TPA diduga tempat penimbunan solar di Kembangan. (Dok. Kodim Jakbar)
Jakarta -

Tempat pembuangan akhir (TPA) di Kembangan Selatan, Kembangan, Jakarta Barat (Jakbar), digerebek Kodim 0503 Jakbar terkait dugaan penimbunan solar. Polres Metro Jakbar memeriksa empat saksi terkait kasus tersebut.

"Sudah empat saksi, satu saksi ahli dan tiga saksi di TKP," kata Kasat Reskrim Polresta Metro Jakarta Barat, AKBP Joko Dwi Harsono, seperti dilansir Antara, Selasa (5/4/2022).

Empat saksi yang diperiksa di antaranya tiga orang di lokasi penggerebekan lahan yang diduga tempat penimbunan solar dan satu ahli yakni pihak BPH Migas.

Dia menambahkan, salah satu dari tiga orang yang diperiksa merupakan anggota Kodim yang berada di lokasi penggerebekan tersebut.

Joko pun belum bisa menjelaskan hasil pemeriksaan dari para saksi tersebut. Namun dia memastikan proses penyelidikan kasus akan berjalan dengan profesional dan sesuai dengan Kitab Undang-Undang Hukum Acara Pidana (KUHAP) yang berlaku.

Penimbunan Solar Digerebek

Sebelumnya, jajaran Kodim 0503 Jakbar menggerebek tempat penimbunan belasan ton solar di Kecamatan Kembangan, Jakbar, Rabu (30/3).

Komandan Distrik Militer 0503 Jakbar, Letkol Kav I Made Maha Yudhiksa, mengatakan penggerebekan itu berawal dari temuan petugas Babinsa di lapangan tentang adanya praktik penimbunan solar.

"Awalnya ada laporan dari Babinsa, kemudian kita gerebek tadi pagi, tempat penimbunan solarnya seperti di tempat pembuangan sampah," kata Letkol Made, Rabu (30/3).

Dari penggerebekan tersebut, pihaknya mengamankan satu orang bernama Aming sebagai bos penimbun beserta tiga mobil boks dan dua mobil tangki yang dipakai untuk menimbun.

Dia mengatakan modus operasi yang dilakukan Aming yakni membeli solar ke setiap stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di wilayah Jakbar. Solar itu kemudian ditimbun ke mobil tangki dan mobil boks yang sudah disiapkan.

Nantinya, solar tersebut dijual kepada pihak proyek untuk bahan bakar alat berat. "Mereka jual bisa Rp 9.000 per liter kepada para pihak proyek tersebut," kata I Made.

Dalam sehari, penimbun minyak tersebut bisa menjual sampai 12 ton solar dan meraup pemasukan hingga Rp 92 juta.

"Mereka bisa meraup Rp 92 juta dalam satu sampai dua hari. Mereka sudah beroperasi selama tiga minggu, jadi bayangkan saja sudah berapa keuntungannya," kata dia.

Pihak Kodim Jakbar lalu menyerahkan Aming dan seluruh barang bukti kepada Polres Metro Jakarta Barat untuk diselidiki lebih lanjut.

(jbr/mei)