ADVERTISEMENT

Kritik Keras Pemecatan Terawan, Irma NasDem Usul IDI Dibubarkan!

Firda Cynthia Anggrainy - detikNews
Senin, 04 Apr 2022 17:14 WIB
Jakarta -

Ikatan Dokter Indonesia (IDI) memenuhi undangan rapat dengar pendapat (RDP) bersama Komisi IX DPR RI hari ini. Dalam rapat tersebut, muncul usulan IDI dibubarkan.

Usul itu dilontarkan oleh anggota Komisi IX DPR RI Fraksi NasDem Irma Suryani Chaniago. Irma mulanya menyoal tujuan organisasi IDI yang menurutnya tak sejalan dengan realitasnya.

"Saya ingin memperdalam tujuan didirikannya IDI. IDI ini saya melihatnya sama seperti serikat pekerja. Melindungi anggotanya, memberdayakan anggota kemudian men-support anggotanya bukan memecat anggotanya," kata Irma dalam RDP bersama IDI di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (4/4/2022).

Irma kemudian mempertanyakan pemecatan terhadap eks Menkes dr Terawan Agus Putranto. Dia menilai IDI tak membina dan mengembangkan profesi anggotanya.

"Terkait dengan kasus dr Terawan, saya kira beliau sudah memenuhi ini. Kemudian profesi anggota, membina dan mengembangkan profesi anggota, saya lihat IDI nggak ada ini," ujar dia.

Dia mengulas praktik metode cuci otak atau DSA yang dilakukan oleh Terawan. Menurutnya, praktik itu telah memberikan manfaat bagi pasiennya.

"Jelas cuci otaknya dr Terawan itu berguna bagi pasien dan semua pasien mengatakan itu tidak punya efek samping, justru malah menyehatkan, menambah kecerdasan. Banyak yang disampaikan oleh pasien dr Terawan terkait testimoni mereka sesudah dilakukan DSA," kata politikus NasDem itu.

Lebih lanjut, dia menyoroti ribuan dokter muda yang gagal uji kompetensi sehingga dikhawatirkan akan menganggur. Dia mempertanyakan kontribusi IDI terkait persoalan itu. Di saat itulah dia berbicara soal usulan pembubaran IDI.

"Kalau memang tujuan IDI itu adalah men-support, melindungi anggota, ini ada 2.500 dokter muda yang tidak lulus uji kompetensi dan bakal menganggur. Terus apa yang dilakukan IDI kepada mereka? Apa yang dilakukan IDI? Cari jalan keluar, enggak. Dibiarin begitu saja. Kemudian enak-enak mecat-mecat kalau nggak setuju," kata Irma.

"Bubarin aja IDI-nya. Ngapain orang cuma organisasi profesi, kok," lanjut dia.

Dia menyebut IDI sebagai organisasi profesi hanya berkapasitas memberikan rekomendasi. "Dan IDI itu cuma memberikan rekomendasi sama dengan Komisi IX ini. Komisi IX ini nggak bisa memberikan sanksi dengan pemerintah. Hanya memberikan rekomendasi, boleh dipakai, boleh nggak," ujarnya.

(fca/rfs)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT