Pemalsuan Tanda Tangan JK: Duduk Perkara hingga Arief Rosyid Dipecat

Tim detikcom - detikNews
Senin, 04 Apr 2022 11:43 WIB
Jusuf Kalla
Pemalsuan Tanda Tangan JK: Duduk Perkara-Sosok yang Dipecat (Foto: Istimewa)
Jakarta -

Pemalsuan tanda tangan JK belakangan jadi sorotan. Sosok yang merupakan bagian dari Dewan Masjid Indonesia (DMI) pun dipecat imbas kejadian tersebut.

Diketahui Ketua Departemen Ekonomi DMI, Arief Rosyid, memalsukan tanda tangan Ketua Umum (Ketum) DMI Jusuf Kalla dan Sekjen DMI Imam Addaruqutni dalam sebuah surat terkait agenda undangan Kickoff Festival Ramadan kepada Wakil Presiden Ma'ruf Amin.

Surat bernomor 060.III/SUP/PP-DMI/A/III/2022 itu berisi undangan kepada Wapres Ma'ruf untuk menghadiri Festival Ramadhan serentak di seluruh Indonesia. Adapun festival Ramadhan diselenggarakan dengan berbagai kegiatan, seperti pameran UMKM, kuliner halal, hingga buka puasa bersama.

Berikut duduk perkara hingga sosok yang dipecat akibat pemalsuan tanda tangan JK.

Pemalsuan Tanda Tangan JK Terbongkar Usai Pemeriksaan Istana

Kasus pemalsuan tanda tangan JK terbongkar setelah pemeriksaan protokoler Istana. Juru bicara Jusuf Kalla, Husain Abdullah, mengatakan protokoler istana mulanya mengonfirmasi staf JK perihal undangan acara Kickoff Festival Ramadhan yang ditujukan kepada Wapres Ma'ruf Amin.

"Pada saat dikonfirmasi oleh protokol istana ke staf Pak JK, untuk menanyakan perihal pelaksanaan acara tersebut untuk persiapan dan kelancarannya jika wakil presiden menghadiri acara tersebut," kata Husain kepada wartawan, Minggu (3/4/2022).

Kemudian staf menyampaikan pesan dari protokoler istana kepada JK. Husain menjelaskan JK saat itu terkejut karena merasa tidak pernah menandatangani surat yang ditujukan untuk Wapres Ma'ruf Amin.

"Staf lalu ditanyakan ke Pak JK. Saat itu, Pak JK terkejut karena merasa tidak pernah menyurat ke Pak Wapres. Saat itulah pelan-pelan kepalsuan itu mulai terendus," ungkapnya.

Arief Rosyid Dipecat Soal Pemalsuan Tanda Tangan JK

Pemalsuan tanda tangan JK mendorong DMI melakukan tindakan pendisiplinan. DMI memutuskan memecat Arief Rosyid dalam rapat pleno yang digelar pada Jumat (1/4/2022) pukul 09.30-11.15 WIB.

Rapat pleno dipimpin oleh Ketus DMI Jusuf Kalla, Wakil Ketua Umum DMI Syafruddin KH Masdar F Masudi, dan Sekjen DMI Imam Addaruqutni.

Dalam rapat pleno tersebut, diputuskan secara tegas Arief Rosyid dipecat dari kepengurusan DMI. Menurut Imam, posisi Arief Rosyid sendiri sudah diisi mantan Direktur BRI Asmawi Sam.

"Karena telah melanggar peraturan organisasi DMI dengan memalsukan tandatangan Ketua Umum dan Sekjen PP DMI serta stempel DMI dengan mengirim surat ke Wakil Presiden RI tanpa izin dari Ketua Umum dan Sekjen PP DMI," tuturnya.

Imam menekankan segala tindakan yang dilakukan oleh Arief Rosyid tak boleh menggunakan atau membawa nama PP DMI lagi. Dia memastikan DMI tidak ikut serta dalam kegiatan Festival Ramadhan, sebagaimana yang dimaksudkan dalam surat dengan tanda tangan yang dipalsukan oleh Arief Rosyid.

Pemecatan Arief Rosyid tertuang dalam Surat Keputusan Pimpinan Pusat Dewan Masjid Indonesia (DMI) Nomor:066.H/III/SKEP/PP-DMI/IV/2022 tentang Pemberhentian Tetap dari Kepengurusan dan Keanggotaan Dewan Masjid Indonesia atas nama drg M Arief Rosyid tertanggal Sabtu (2/4) kemarin. Surat itu diteken Jusuf Kalla dan Sekretaris Jenderal DMI Imam Addaruqutni.

"Jadi hari ini resmi dinyatakan bahwa saudara Arief Rosyid diberhentikan dari DMI," kata Sekjen DMI, Imam Addaruqutni dalam keterangannya, Minggu (3/4).

Sekjen DMI menjelaskan alasan Arief Rosyid melakukan pemalsuan tanda tangan JK. Simak informasinya di halaman berikut ini.