Serangan Balik Rektor UIC Musni Umar Usai Tuduhan 'Profesor Gadungan'

Tim detikcom - detikNews
Minggu, 03 Apr 2022 07:32 WIB
Jakarta -

Rektor Universitas Ibnu Chaldun (UIC) Musni Umar baru-baru ini dilaporkan ke Polda Metro Jaya. Musni Umar dilaporkan oleh Prof Yusuf Leonard Henuk atas dugaan pemalsuan ijazah hingga gelar 'profesor gadungan'.

Tak terima disebut 'profesor gadungan', Musni Umar menyerang balik Prof Leonard Henuk. Direktur Pascasarjana Institut Agama Kristen Tarutung, Sumatera Utara (Sumut) itu dipolisikan oleh Musni Umar atas tuduhan pencemaran nama baik dan fitnah.

"Pak YLH telah melakukan pencemaran nama baik saya sebagai Rektor UIC. Sehubungan dengan itu, sebagai warga negara yang memiliki hak untuk mendapat perlindungan hukum, untuk mendapat keadilan, pada Jumat, 1 April 2022, pukul 21.00 WIB, saya didampingi para pengacara muda untuk melaporkan YLH," jelas Musni Umar dalam jumpa pers di Universitas Ibnu Chaldun, Jakarta Timur, Sabtu (2/4/2022).


Musni Umar Merasa Dicemarkan

Musni Umar menjelaskan dirinya melaporkan Prof Henuk atas surat elektronik yang menyinggungnya. Dalam surat elektronik tersebut, kata Musni Umar, dirinya dituding sebagai 'profesor gadungan'.

"Dalam surat elektronik YLH menulis, 'selamatkan generasi muda Indonesia dari tipu muslihat Musni Umar, dari pemakaian pemakaian gelar profesor gadungan di UIC yang merugikan semua alumni UIC, yang memiliki ijazah palsu karena Rektor UIC bergelar prof palsu, memiliki jabatan fungsional'," tutur Musni Umar.

Menurutnya, tuduhan 'profesor gadungan' adalah sebuah fitnah. Musni Umar merasa dirinya telah dicemarkan oleh Prof Henuk.

"Ini fitnah dan upaya adu domba di kalangan kita, apalagi dikatakan ijazah tidak sah, padahal jelas semua ijazah saya keluarkan pertama tidak pakai gelar profesor, kedua sah dan tercatat di pemerintah," lanjut Musni Umar.

Musni Umar Laporkan Postingan Prof Henuk

Rektor Universitas Ibnu Chaldun Musni Umar mengungkapkan dirinya melaporkan Prof Henuk atas 'surat terbuka' yang disampaikan ke sejumlah pihak. Dalam 'surat terbuka' itu, Prof Henuk menyebutnya sebagai 'profesor gadungan' yang pekerjanya 'menjilat Anies'.

"Dari surat terbuka, yang YLH sampaikan kepada berbagai pihak, termasuk Pak Jokowi dan Gubernur Anies, itu disebutkan, 'jabatan saya rektor, gelar profesor gadungan, pekerjaan menjilat Anies'. Ini juga sangat menyedihkan bagi saya. Karena sepatutnya, ilmuwan itu saling menghormati, apalagi saya Rektor UIC, universitas Islam tertua di Indonesia, jadi sepatutnya dihormati, karena marwah dan martabat harus dijaga," jelasnya.

Dihubungi terpisah, pengcara Musni Umar, Husein Marasabessy mengatakan pihaknya melaporkan Prof Henuk atas postingan di akun Twitter @ProfYL_Henuk. Di akun Twitter tersebut, Prof Henuk memposting meme yang menyinggung Musni Umar.

"Ada juga yang gambar meme-nya itu Pak Musni Umar (seolah) cium pantatnya Pak Anies," ujar Husein dalam keterangannya.

Husein mengatakan pihakya melaporkan Prof Henuk ke Polda Metro Jaya pada Jumat (1/4). Dalam laporan tersebut pihaknya melampirkan sejumlah bukti ke polisi.

"Screenshot akun Twitter itu. Yang kedua bukti surat lainnya, itu jadi alasan kami melaporkan si YLH, tentunya dengan saksi yang sudah disiapkan," ujar Husein.


Baca di halaman selanjutnya: penjelasan Musni Umar soal gelar profesor dan tanggapan Prof Henuk.