ADVERTISEMENT

Terlalu Dini Klaim PM Malaysia soal Jokowi Setuju Bahasa Melayu

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 01 Apr 2022 22:08 WIB
Ilustrasi Bendera Malaysia (AFP Photo)
Foto bendera Malaysia. (AFP PHOTO)
Jakarta -

Malaysia ingin agar bahasa Melayu menjadi bahasa resmi kedua (setelah bahasa Inggris) untuk ASEAN. Pemimpin Malaysia menyatakan pemimpin Indonesia setuju untuk memberdayakan bahasa Melayu. Ternyata, klaim Malaysia terlalu dini karena Indonesia masih perlu mengkaji usulan ini.

Awalnya, Perdana Menteri (PM) Malaysia Ismail Sabri Yaakob menyampaikan ke publik bahwa dia mengusulkan bahasa Malaysia sebagai bahasa kedua ASEAN, Perhimpunan Bangsa-bangsa Asia Tenggara. Hal ini disampaikannya lewat akun Facebook bercentang biru, Kamis (24/3) lalu.

"Malaysia akan mengadakan perbincangan dengan pemimpin ASEAN untuk mencadangkan penggunaan bahasa Melayu sebagai bahasa kedua ASEAN dalam usaha memartabatkan bahasa ibunda ke peringkat antarbangsa," kata Ismail Sabri Yaakob sebagaimana diunggah di akun Facebooknya, Rabu (23/3) pukul 11.47 kemarin.

Dia ingin bahasa Melayu menjadi bahasa kedua ASEAN karena bahasa ini dituturkan oleh banyak penduduk ASEAN. Sebanyak 300 juta penduduk ASEAN disebutnya menggunakan bahasa Melayu. Bahasa tersebut adalah bahasa ketujuh terbesar di dunia. Indonesia termasuk penutur bahasa Melayu.

"Indonesia, Brunei, Singapura, Thailand selatan, Filipina selatan, serta sebagian dari Kamboja turut menggunakan bahasa Melayu sebagai bahasa pengantar," kata Ismail, menggunakan bahasa Melayu. Kutipan ini telah diterjemahkan detikcom ke bahasa Indonesia.

Selanjutnya, Ismail Sabri Yaakob melawat ke Indonesia menemui Presiden Jokowi:

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT