ADVERTISEMENT

Biang Kerok Penimbun BBM Ditangkap Polda Banten, 4,2 Ton Solar Disita

Bahtiar Rifa'i - detikNews
Jumat, 01 Apr 2022 16:30 WIB
Polda Banten membogkar penimbunan solar dengan modus memodifikasi tangki
Polda Banten membogkar penimbunan solar dengan modus memodifikasi tangki. (Bahtiar Rifa'i/detikcom)
Serang -

Polda Banten membongkar komplotan penimbun solar dengan modus memodifikasi tangki. Dari komplotan ini, polisi menyita total 4,2 ton solar dari 3 lokasi.

Pengungkapan komplotan ini dilakukan oleh Subdit Tipiter Ditreskrimsus Polda Banten. Lima orang dijadikan tersangka, yaitu AH (19), MT (43), RH (30), TZ (49), dan MS (43).

Pengungkapan ini bermula dari penggeledahan sebuah mobil pikap di Jawilan, Kabupaten Serang, pada Kamis (24/3) pukul 01.00 WIB. Polisi menemukan ada 477 liter solar subsidi dari mobil yang dikendarai AH dan MT.

"Dilakukan pengembangan pascapenangkapan dan pengecekan ke Gunung Sindur, Bogor," kata Kabid Humas Polda Banten Kombes Shinto Silitonga di Serang, Jumat (1/4/2022).

Di Bogor, kemudian ditemukan truk yang juga memiliki tangki modifikasi dan mengamankan tersangka RH sebagai sopir. Selain itu, diamankan TZ sebagai pemodal yang meminta para tersangka lain berkeliling SPBU di Banten.

"Mereka mencari barang untuk kemudian dijual ke saudara TZ yang juga berperan sebagai orang yang memfasilitasi modal," ungkapnya.

Penangkapan kedua dilakukan pada Selasa (29/3) lalu di SPBU Labuan, Pandeglang. Saat itu ditemukan mobil boks yang juga menyimpan tangki yang sudah dimodifikasi. Penyidik menemukan 1.485 liter solar dan menangkap tersangka MS (43).

Para tersangka ini katanya membeli solar dengan harga subsidi Rp 5.150 per liter. Tapi mereka menjual dengan harga Rp 7.200. Rata-rata mereka mendapatkan 1,5 ton solar dari hasil keliling di wilayah Banten.

"Rata-rata satu hari 1,5 ton solar dari masing-masing SPBU yang random di Banten," ujarnya.

Dari komplotan ini, polisi menyita total Rp 20 juta. Dari hasil pemeriksaan, mereka sudah 3 bulan beroperasi dan memiliki transaksi keuangan hingga Rp 2 miliar.

"Transaksi keuangan 3 bulan lebih Rp 2 miliar, mereka kelompok profesional," ujarnya.

Polisi mengancam para pelaku dengan Pasal 55 Undang-Undang tentang Migas. Ancaman penjara 6 tahun dan denda hingga Rp 60 miliar.

(bri/mea)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT