Kalteng Implementasikan Program Presiden Core Values ASN Berakhlak

Atta Kharisma - detikNews
Jumat, 01 Apr 2022 15:56 WIB
Kalteng Implementasikan Program Presiden Core Values ASN Berakhlak
Foto: Dok. Pemprov Kalteng
Jakarta - Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah resmi meluncurkan Nilai Dasar (Core Value) ASN BerAKHLAK dengan Employer Branding 'Bangga Melayani Bangsa'. Peluncuran ini turut dibarengi Pembukaan Workshop Kepemimpinan Bagi Kepala Perangkat Daerah Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2022.

Kegiatan ini dilaksanakan secara terpusat di Aula Jayang Tingang Kantor Gubernur Kalimantan Tengah pada Kamis (31/3). Kegiatan peluncuran dihadiri oleh seluruh pejabat JPT Pratama/Kepala Perangkat Daerah Provinsi Kalimantan Tengah secara luring. Sebanyak 25.000 Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten dan Kota se-Kalimantan Tengah mengikuti kegiatan ini secara hybrid melalui virtual lewat kanal Youtube dan Facebook.

Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran menyampaikan apresiasi dan dukungannya terhadap kegiatan ini, sebagai langkah tindak lanjut Pemprov Kalteng terhadap arahan Presiden RI Joko Widodo terkait Core Values (Nilai Dasar) ASN yang baru yaitu BerAKHLAK.

"Secara terminologi, Akhlak merupakan tingkah laku seseorang yang didorong oleh suatu keinginan secara sadar untuk melakukan suatu perbuatan yang baik. Sehingga akhlak yang baik tercermin pada perangai, tingkah laku, atau tabiat yang baik pula" ujarnya dalam keterangan tertulis, Jumat (1/4/2022).

Di era kemajuan teknologi yang tidak bisa dibendung seperti sekarang, Sugianto mengingatkan ASN sebagai abdi negara untuk menjaga agar identitas dan jati diri tidak tercabut dari akarnya, serta memiliki landasan akhlak yang membumi.

"Sebagai ASN di sektor apapun dia bekerja, landasan akhlak hendaknya menjadi penuntun utama dalam melaksanakan tugas dan pelayanan kepada masyarakat, dengan landasan akhlak yang kokoh, niscaya ASN akan terhindar dari perbuatan tercela" tuturnya.

Sugianto menilai dalam era Reformasi Birokrasi, perubahan harus dilakukan secara masif, konsekuen dan konsisten demi tercapainya perbaikan dalam segala bidang, baik ideologi, politik, ekonomi, sosial dan budaya. Reformasi Birokrasi merupakan perubahan pola pikir dan budaya kerja dari aparatur negara, yang merupakan upaya pembaharuan mendasar terhadap sistem dalam penyelenggaraan pemerintahan.

Perubahan menuju birokrasi dinamis tentu tidak bisa diraih dengan cara-cara lama. Diperlukan perubahan fundamental pada pola pikir dan sikap mental ASN yang tadinya hierarkis, menjadi lebih lincah dan inovatif.

"Presiden Joko Widodo menegaskan bahwa setiap ASN dimanapun bertugas, sudah seharusnya memegang teguh nilai-nilai dasar serta semboyan yang sama, sehingga dapat menjadi pondasi budaya kerja ASN yang profesional," ucap Sugianto

Sebagai informasi, pada tanggal 27 Juli 2021 lalu Presiden RI Joko Widodo meluncurkan Core Value dan Employer Branding ASN BerAKHLAK yang berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif untuk mendukung implementasi undang-undang dan peraturan pemerintah terkait Manajemen Pegawai Negeri Sipil berjalan lebih maksimal.

Sugianto pun mengimbau seluruh ASN di Kalteng untuk berorientasi sama, yaitu memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat, bertanggung jawab atas kepercayaan yang diberikan, terus belajar dan mengembangkan kapabilitas, saling peduli dan menghargai perbedaan yang ada, berdedikasi dan mengutamakan kepentingan bangsa dan negara, terus berinovasi, serta membangun kerja sama yang sinergis.

"Seorang ASN BerAKHLAK tentu akan menghindari segala bentuk perilaku menyimpang terlebih praktik-praktik korupsi yang dapat merugikan masyarakat dan negara, percuma memiliki kecerdasan dan kemampuan yang mumpuni, tetapi tidak memiliki akhlak yang baik, melalui momentum ini saya mengajak seluruh elemen masyarakat di Kalimantan Tengah, bersama-sama kita wujudkan Kalteng BerAKHLAK Penuh dengan KeBERKAHan" tandasnya.

Sementara itu, Pj. Sekretaris Daerah Prov Kalteng Nuryakin menyampaikan momen kegiatan peluncuran ini menjadi kesempatan bersama untuk bekerja secara profesional dan substantif. Dengan tantangan serba kekinian, yang diwujudkan pada berbagai perubahan besar di semua lini sendi kehidupan bermasyarakat dan bernegara, pilihan tegasnya terletak pada upaya untuk mewujudkan profesionalisme dengan optimal.

(akd/ega)