ADVERTISEMENT

Dimulai Sejak 2020, Ini Progres Pengembangan Food Estate Kalteng

Erika Dyah - detikNews
Minggu, 13 Mar 2022 12:43 WIB
Pemprov Kalteng
Foto: Pemprov Kalteng
Jakarta -

Pembangunan Food Estate Kalimantan Tengah (FE Kalteng) yang telah dimulai sejak tahun 2020 terus berlangsung sampai sekarang. Diketahui, program ini merupakan ide visioner Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran yang diusulkan langsung kepada Presiden RI Joko Widodo dalam rapat terbatas di Istana Negara pada tahun 2017 lalu.

"Program Strategis Nasional Food Estate di Kalimantan Tengah akan memberikan multiplier effect bagi semua sektor, peningkatan kesejahteraan petani, hingga penyerapan tenaga kerja yang pada akhirnya menjadi daya ungkit perekonomian di Kalimantan Tengah," kata Sugianto dalam keterangan tertulis, Minggu (13/3/2022).

Menurut Sugianto, peluang ini harus ditangkap dan dijalankan secara serius dan fokus dengan melibatkan stakeholders terkait juga memberdayakan masyarakat lokal. Ia menjelaskan pengembangan Food Estate di wilayahnya dilakukan oleh Kementerian Pertanian dan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah.

Pengembangan ini dilakukan secara bertahap, berkaitan dengan diperlukannya kesesuaian dan kesiapan lahan, petani, dan infrastruktur tata air di lokasi yang akan dikembangkan. Sehingga membutuhkan proses yang panjang.

Meski demikian, ia mengatakan dipercayakannya Program Strategis Nasional (PSN) kepada Provinsi Kalimantan Tengah bukan hanya didasari ketersediaan lahan yang luas. Namun juga sudah melalui pertimbangan yang matang dari segala aspek.

Sugianto menilai food estate bisa menjadi sebuah jawaban, bahkan strategi pemerintah, dalam mengantisipasi krisis pangan yang mungkin saja terjadi bila pandemi COVID-19 masih terus berlanjut. Di sisi lain, pihaknya juga tengah menyiapkan diri dengan adanya penetapan Ibu Kota Negara baru di Nusantara Provinsi Kalimantan Timur. Terlebih Kalimantan Tengah berada di posisi poros/ center.

Intensifikasi Lahan untuk Food Estate

Lebih lanjut, Sugianto menjelaskan wilayah food estate Kalteng merupakan wilayah rawa pasang surut dan lebak dengan air relatif/cukup tersedia sepanjang tahun. Wilayah ini memerlukan infrastruktur dan penataan air agar sesuai dengan kebutuhan tanaman yang akan dibudidayakan.

Untuk mengembangkan food estate Kalteng, lanjutnya, perlu dilakukan secara bertahap dan terukur agar dicapai hasil yang dapat dirasakan oleh petani dan masyarakat secara langsung. Serta sesuai tujuan produksi pangan untuk memperkuat ketahanan pangan wilayah.

Adapun kegiatan yang dilaksanakan di kawasan food estate Kalteng berupa intensifikasi lahan di Kabupaten Kapuas dan Kabupaten Pulang Pisau. Ia memaparkan intensifikasi lahan merupakan kegiatan pengembangan budi daya pada lahan pertanian eksisting petani. Pada kegiatan ini pemerintah memberikan bantuan berupa pengolahan tanah dan sarana produksi (benih, pupuk, pembenah tanah dan pestisida) yang sesuai rekomendasi.

Hasil Produksi di Kawasan Food Estate

Diketahui, kegiatan intensifikasi yang dimulai tahun 2020 dan dilanjutkan pada tahun 2021 ini telah dilaksanakan pada luasan lebih dari 42 ribu hektare. Produksi pada lokasi pengembangan tahun 2020 pada luasan lebih dari 29 ribu hektare mencapai 114.611 ton GKG, sedangkan pada lokasi pengembangan tahun 2021 pada luasan lebih dari 13 ribu hektare mencapai 47.589 ton GKG.

Berdasarkan hasil produksi gabah kering giling dari lokasi intensifikasi lahan tahun 2020 maupun tahun 2021, terdapat kenaikan produksi jika dibandingkan dengan produksi sebelum adanya kegiatan intensifikasi lahan food estate Kalteng. Ia mengungkap kenaikan produksi tersebut mencapai 15,3% untuk produksi tahun 2020 dan sebesar 11,5% untuk produksi tahun 2021. Selain itu, ada juga pencapaian lain berupa peningkatan indeks pertanaman pada lokasi-lokasi tertentu yang meningkat sekitar 37%.

Pada tahun 2022 , lokasi yang dikembangkan memasuki musim panen. Adapun beberapa lokasi sawah yang sedang panen di Kecamatan Bataguh dengan luas sawah 3.677 ha antara lain Desa Terusan Mulya, Terusan Karya, dan Terusan Makmur. Lokasi yang telah dipanen seluas 420 ha dengan varietas padi hibrida yang hasilnya per hektare mencapai 7 ton per ha. Sementara itu, sawah di Desa Warna Sari, Kecamatan Tamban Catur juga telah mulai memasuki musim panen pada bulan Maret ini.

Lokasi lainnya yang sudah mulai panen adalah di Poktan Sri Makmur, Desa Belanti Siam, Kecamatan Pandih Batu pada sawah seluas 84 hektare padi inbrida varietas Inpari 32 dan Inpari 33 yang menghasilkan produksi sekitar 7,8 ton/hektare. Selain itu, wilayah lain yaitu Desa Gadabung, Kecamatan Pandih Batu juga sudah mulai memasuki musim panen.

"Kita bicara fakta bukan asumsi, ada pihak yang meragukan keberhasilan food estate, bahkan meragukan keseriusan pemerintah provinsi menangani food estate, jangan melempar retorika, di sini kita turun ke lapangan memantau setiap saat, bukan membaca laporan di belakang meja," terangnya.

Dukungan untuk Food Estate Kalteng

Sejak awal pembangunan food estate di Kalimantan Tengah, puluhan Menteri Kabinet Indonesia Maju sudah melakukan peninjauan langsung di kawasan food estate. Bahkan, Presiden RI Joko Widodo juga sempat hadir di kawasan food estate Belanti Siam, Kabupaten Pulau Pisang pada 8 Oktober 2020 lalu.

Dalam kunjungannya, Jokowi menyebut food estate di Kalimantan Tengah akan menerapkan kombinasi model bisnis cakupan pertanian dalam arti luas. Jokowi juga menyebut keberhasilan food estate percontohan Kalimantan Tengah nantinya akan direplikasi daerah lain.

Sementara itu, Pemprov Kalimantan Tengah melalui Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan saat ini sedang menyiapkan penangkaran benih padi inbrida di Kabupaten Pulang Pisau seluas 113 hektare dan Kabupaten Kapuas 308 hektare yang terdiri dari benih Inpara 3, Inpari 33, Inpari 32, Inpari 36, Inpari 37 Inpari 42 dan Inpari 1R Nutri Zink.

Total benih yang dapat dihasilkan mencapai 1.100 ton. Jumlah ini dapat memenuhi kebutuhan benih di Provinsi Kalimantan Tengah untuk musim tanam April-September 2022, sehingga dapat menjadikan Kalimantan Tengah mandiri benih padi inbrida. Diketahui, penangkaran benih ini berlokasi di lahan petani yang mendapatkan program food estate tahun 2020/2021 yang lalu.

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan Riza Rahmadi menyebut pengembangan food estate Kalteng melalui kegiatan intensifikasi lahan memiliki fokus pada peningkatan produktivitas lahan, indeks pertanaman, dan produktivitas hasil. Dengan dasar pelaksanaan kegiatan pada lahan petani, lanjutnya, maka petani menjadi subjek dari pembangunan/pengembangan food estate Kalteng dan menjadi pihak yang mendapatkan manfaat dari kegiatan ini.

"Petani adalah subjek bukan objek, petani lah yang mendapatkan manfaat besar dari program food estate, karena memang itu konsep bapak Gubernur sedari awal, mulai melangkah dari peningkatan kesejahteraan petani, dengan kesejahteraan yang meningkat akan mampu menumbuhkan produktivitas yang tinggi, dan pada akhirnya program ini akan berkontribusi mensejahterakan rakyat Kalimantan Tengah," tegas Riza.

Riza memaparkan program food estate juga diarahkan pada kegiatan multi-komoditas di lahan petani dengan tujuan menghasilkan ragam produk pertanian selain padi, yang tentunya akan lebih mengoptimalkan pemanfaatan lahan pertanian serta meningkatkan pendapatan petani dari penjualan produk-produk tersebut.

Multi-komoditas yang telah dikembangkan meliputi budi daya tanaman hortikultura (buah dan sayuran) seluas lebih dari 450 hektare, ternak itik sebanyak 55 ribu ekor, dan kelapa genjah lebih dari 140 ribu batang pohon. Adapun hasil dari peternakan itik yang diusahakan kelompok sebanyak 500 ekor mampu menghasilkan telur itik rata-rata per bulan sebanyak 8.573 butir telur. Jumlah ini dijual oleh petani dalam bentuk telur segar dan telur asin.

Menurutnya, hasil program food estate ini akan semakin nyata untuk kesejahteraan petani serta menunjang ketahanan pangan yang akan menciptakan kedaulatan pangan nasional. Terlebih dengan semakin produktifnya lahan, meningkatnya produksi padi secara gradual, dan dihasilkannya produk pertanian multi komoditas.

Simak juga 'Food Estate di Sumba Tengah, Jokowi: 34% Kemiskinan Ada Di Sini':

[Gambas:Video 20detik]



(ega/ega)


ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT