ADVERTISEMENT

Terkuak Soal SIM Card 'Aspal' Diduga untuk Tipu-tipu dan Sebar Hoax

Tim detikcom - detikNews
Jumat, 01 Apr 2022 07:46 WIB
Program registrasi ulang prabayar bagi pelanggan lama, sudah memasuki batas akhir pada hari ini, Senin (30/4/2018).
Ilustrasi SIM Card (Rifkianto Nugroho/detikcom)
Tangerang -

Polres Metro Tangerang Kota mengungkap kasus perdagangan SIM card atau kartu perdana yang diregistrasi dengan NIK asli tapi palsu (aspal). SIM card itu diduga dipakai untuk menipu dan menyebarkan hoax.

"Kita dihebohkan dengan berita hoax, kemudian penipuan menggunakan telepon, ini merupakan salah satu bagian, yakni menggunakan kartu perdana," kata Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Komarudin kepada wartawan, Rabu (31/3/2022).

Selain menipu dan menyebarkan hoax, Komaruddin mengatakan para pelaku juga kerap mengancam dengan menggunakan identitas orang lain.

"Ada juga digunakan untuk pengancaman yang digunakan dengan nomor baru dan tidak jelas yang begitu di-detec orangnya berbeda karena identitas orang lain yang digunakan," jelas Komaruddin.

4 Pelaku Ditangkap

Komaruddin menyebut ada 4 pelaku ditangkap terkait perkara itu. Keempatnya yakni AN (24), DS (36), AS (24), dan AA (25). Polisi kemudian menyematkan status tersangka kepada keempatnya.

Para tersangka dijerat dengan Pasal 51 ayat 1 juncto pasal 35 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi elektronik (ITE), atau Pasal 94 juncto Pasal 77 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2013 tentang perubahan atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2006 tentang Administrasi Kependudukan.

"Dengan pidana penjara paling lama 12 tahun atau denda paling banyak Rp 12 miliar. Atau dengan pidana penjara paling lama enam tahun atau denda paling banyak Rp 75 juta," papar Komarudin.

Barang Bukti Ribuan SIM Card

Dari penangkapan para tersangka ini, polisi menyita ribuan kartu perdana. SIM card yang disita polisi ada yang sudah teregistrasi dan ada juga yang belum teregistrasi.

Dari tersangka AN (24), polisi menyita 4.800 kartu perdana (SIM card) yang sudah teregistrasi dan 73.801 kartu perdana yang belum teregistrasi. Polisi menangkap AN di sebuah apartemen di Neglasari, Tangerang.

Baca berita selengkapnya di halaman selanjutnya..

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT