ADVERTISEMENT

Polisi Ungkap Penjualan SIM Card Pakai NIK 'Aspal' di Tangerang

Nahda Rizki Utami - detikNews
Kamis, 31 Mar 2022 12:42 WIB
Program registrasi ulang prabayar bagi pelanggan lama, sudah memasuki batas akhir pada hari ini, Senin (30/4/2018).
Ilustrasi kartu perdana (Rifkianto Nugroho/detikcom)
Tangerang -

Polres Metro Tangerang menangkap empat tersangka kasus perdagangan kartu perdana yang menggunakan identitas milik orang lain. Polisi menduga kartu perdana ini digunakan untuk penipuan dan sebaran berita hoax.

"Kalau saat ini bangsa kita dihebohkan dengan berita hoax, kemudian penipuan menggunakan telepon, ini merupakan salah satu bagian yakni menggunakan kartu perdana dengan identitas milik orang lain," kata Kapolres Metro Tangerang Kota Kombes Komarudin kepada wartawan, Rabu (31/3/2022).

Komarudin menjelaskan keempat tersangka berinisial AN, DS, AS, dan AA. Polisi menyita ribuan kartu perdana dari hasil penangkapan keempat tersangka.

"TKP di salah satu apartemen ada di Neglasari. Tersangka inisial AN, 24 tahun, yang berhasil kita amankan kartu perdana berbagai provider yang sudah diregistrasi sebanyak 4.800 buah," jelas Komarudin.

Dari tersangka AN (24), polisi menyita 4.800 kartu perdana (SIM card) yang sudah teregistrasi dan 73.801 kartu perdana yang belum teregistrasi. Polisi menangkap AN di sebuah apartemen di Neglasari, Tangerang.

"Kemudian kartu perdana berbagai provider yang belum registrasi sebanyak 73.801 buah kemudian flash disk, USB, printer, modem, dan laptop ini barang bukti," sambungnya.

Sedangkan untuk tersangka DS (36) dan AS (32), polisi berhasil mengamankan 5.600 kartu perdana yang sudah teregistrasi dan 4.900 kartu perdana yang belum teregistrasi. Polisi juga mengamankan barang bukti lainnya, seperti laptop dan beberapa modem internet.

"Kemudian TKP kedua tersangka DS, 36 tahun, kemudian AS, 32 tahun, barang bukti yang berhasil kita amankan kartu perdana berbagai provider 5.600 buah yang diregis. Yang bel 4.900 buah dan laptop serta beberapa modem," ujar Komarudin.

Komarudin mengatakan ribuan kartu perdana ini sudah menyebar di kalangan masyarakat. Komarudin mengimbau kepada masyarakat agar tidak membeli dan menggunakan kartu perdana yang identitasnya dipalsukan.

"Dilihat dari barang bukti cukup banyak, ribuan yang sudah diregister dan sudah banyak juga yang menyebar di masyarakat. Kami imbau masyarakat jangan membeli atau jangan menggunakan nomor telepon yang identitasnya dipalsukan," tutur Komarudin.

"Kita akan melakukan pengembangan yang menggunakan akan kita proses sesuai dengan ketentuan yang berlaku," sambungnya.

Simak Video 'Aktifkan 5G Tidak Perlu Ganti Kartu, Asalkan...':

[Gambas:Video 20detik]



(mei/mei)

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT

ADVERTISEMENT